Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso
SEO & Content Specialist
Menjalankan usaha tentu membutuhkan modal yang cukup, baik untuk memulai bisnis, menambah stok, membeli peralatan, maupun mengembangkan usaha. Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal, Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan.
KUR merupakan program pembiayaan yang ditujukan bagi pelaku usaha produktif, khususnya UMKM. Salah satu daya tariknya adalah suku bunga yang relatif ringan dibandingkan sejumlah jenis kredit komersial.
Lantas, siapa saja yang bisa mengajukan KUR untuk UMKM? Apa saja jenis, syarat, dan plafon yang tersedia? Simak selengkapnya berikut ini, Propers!
Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Cibubur, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas
Apa Itu KUR untuk UMKM?
KUR adalah pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha produktif dan layak, tetapi belum memiliki akses pembiayaan komersial secara optimal.
Program ini disalurkan melalui lembaga keuangan yang ditunjuk pemerintah. Dana KUR dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti tambahan modal kerja atau investasi untuk mengembangkan bisnis.
Karena ditujukan bagi pelaku usaha, KUR dapat menjadi alternatif bagi UMKM yang membutuhkan tambahan dana tanpa harus langsung menggunakan kredit komersial dengan persyaratan yang lebih kompleks.
Baca Juga: KUR BNI Terbaru: Syarat, Bunga, Plafon, dan Cara Pengajuan
Jenis KUR untuk UMKM

KUR memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan kebutuhan pembiayaan dan skala usaha. Berikut beberapa jenis KUR yang perlu diketahui.
1. KUR Super Mikro
KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha mikro dengan kebutuhan pembiayaan dalam jumlah relatif kecil. Jenis KUR ini dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang baru mulai mengembangkan bisnisnya.
Cari ruko dengan harga terbaik? Cek disini!
2. KUR Mikro
KUR Mikro ditujukan bagi usaha mikro yang membutuhkan pembiayaan lebih besar dibandingkan KUR Super Mikro. Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha.
3. KUR Kecil
KUR Kecil ditujukan bagi pelaku usaha yang sudah memiliki skala bisnis lebih besar dan membutuhkan plafon pembiayaan yang lebih tinggi.
Besaran plafon, suku bunga, tenor, serta ketentuan jaminan dapat berbeda sesuai kebijakan yang berlaku dan penilaian dari bank penyalur.
Syarat Mengajukan KUR untuk UMKM
Setiap bank penyalur dapat memiliki ketentuan administrasi yang berbeda. Namun, secara umum, calon debitur KUR perlu memenuhi beberapa persyaratan.
Beberapa dokumen dan ketentuan yang biasanya diperlukan antara lain:
- Memiliki usaha yang produktif dan layak.
- Memiliki identitas diri yang masih berlaku.
- Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau dokumen legalitas usaha sesuai ketentuan.
- Memenuhi persyaratan administrasi dari bank penyalur.
- Tidak sedang menerima kredit tertentu yang tidak diperbolehkan sesuai ketentuan KUR.
- Memiliki riwayat kredit yang memenuhi ketentuan bank.
Selain persyaratan tersebut, bank juga akan melakukan verifikasi terhadap usaha dan kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan.
Baca Juga:
Berapa Plafon KUR untuk UMKM?
Plafon KUR berbeda-beda tergantung jenis KUR dan kebijakan yang berlaku. Secara umum, semakin besar skala usaha dan kebutuhan pembiayaan, semakin tinggi pula plafon yang dapat diajukan.
Namun, plafon yang disetujui tidak otomatis sama dengan nominal yang diajukan. Bank akan mempertimbangkan kondisi usaha, kemampuan membayar, riwayat kredit, serta hasil analisis kelayakan sebelum menentukan jumlah pembiayaan.
Karena itu, sebaiknya Propers mengajukan nominal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.
Baca Juga: KUR Mandiri Terbaru: Syarat, Bunga, Plafon, dan Cara Pengajuan
Bagaimana Cara Mengajukan KUR?

Pengajuan KUR dapat dilakukan melalui bank atau lembaga penyalur yang menyediakan program KUR. Sebelum mengajukan, pastikan dokumen dan legalitas usaha sudah dipersiapkan.
Secara umum, proses pengajuannya meliputi:
1. Tentukan Jenis dan Plafon KUR
Pertama, tentukan jenis KUR yang sesuai dengan skala serta kebutuhan usaha. Hindari mengajukan pinjaman melebihi kebutuhan karena cicilan nantinya perlu disesuaikan dengan kemampuan bisnis.
2. Siapkan Dokumen
Persiapkan dokumen identitas, legalitas usaha, serta dokumen lain yang diminta oleh bank penyalur.
3. Ajukan ke Bank Penyalur
Setelah dokumen lengkap, Propers dapat mengajukan KUR melalui bank penyalur yang tersedia, baik melalui kantor cabang maupun kanal pengajuan yang disediakan.
4. Ikuti Proses Verifikasi
Bank akan melakukan pemeriksaan dokumen dan menilai kelayakan usaha. Pada tahap ini, bank dapat melakukan survei untuk memastikan informasi mengenai usaha sesuai dengan kondisi sebenarnya.
5. Tunggu Keputusan Pengajuan
Jika pengajuan disetujui, Propers akan mendapatkan informasi mengenai jumlah pembiayaan, tenor, suku bunga, serta besaran cicilan sebelum proses pencairan dilakukan.
Baca Juga: KUR BRI Terbaru: Cek Plafon, Bunga, Syarat, dan Pengajuan
KUR Bisa Jadi Pilihan Modal untuk Mengembangkan UMKM
KUR dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi Propers yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha. Namun, sebelum mengajukan, penting untuk menghitung kebutuhan modal dan kemampuan membayar cicilan agar pembiayaan tidak justru membebani arus kas bisnis.
Dengan memahami jenis KUR, syarat, plafon, dan proses pengajuannya, Propers bisa menentukan pilihan pembiayaan yang lebih sesuai dengan kondisi usaha.
Bagi Propers yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai KUR bank lainnya segera kunjungi artikel di eCatalog Sinar Mas Land