Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso
SEO & Content Specialist
Bagi Propers yang sedang mengembangkan usaha dan membutuhkan tambahan modal, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang bisa dipertimbangkan. Program ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan dengan suku bunga yang relatif terjangkau.
Sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk memahami ketentuan yang berlaku, mulai dari plafon KUR Mandiri, bunga, syarat, dokumen yang perlu disiapkan, hingga cara pengajuannya.
Lantas, berapa plafon KUR Mandiri dan berapa bunga yang dikenakan? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Cibubur, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas
Apa Itu KUR Mandiri?
KUR Mandiri merupakan fasilitas kredit dari Bank Mandiri yang ditujukan bagi pelaku usaha produktif dan layak, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah. Pembiayaan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi dalam mengembangkan usaha.
KUR memiliki ketentuan yang berbeda berdasarkan jenis dan kebutuhan pembiayaan. Karena itu, calon debitur perlu memilih jenis KUR yang sesuai dengan skala dan kondisi usahanya.
Jenis dan Plafon KUR Mandiri

Salah satu hal yang perlu diketahui sebelum mengajukan pinjaman adalah plafon KUR Mandiri. Besaran pembiayaan yang dapat diperoleh bergantung pada jenis KUR yang dipilih.
Baca Juga: KUR BCA 2026: Syarat, Bunga, Plafon, dan Cara Pengajuan
KUR Super Mikro
KUR Super Mikro diperuntukkan bagi pelaku usaha dengan kebutuhan pembiayaan yang relatif kecil. Plafon pinjaman KUR Super Mikro dapat mencapai Rp10 juta.
Jenis KUR ini dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang baru memulai atau membutuhkan tambahan modal dalam jumlah terbatas.
KUR Mikro
KUR Mikro dapat diberikan dengan plafon di atas Rp 10 juta hingga Rp 100 juta.
Pembiayaan ini dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
KUR Kecil
Untuk kebutuhan pembiayaan yang lebih besar, tersedia KUR Kecil dengan plafon di atas Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.
Jenis pembiayaan ini dapat digunakan oleh pelaku usaha yang membutuhkan modal lebih besar untuk mengembangkan kegiatan bisnisnya.
Cari ruko dengan harga terbaik? Cek disini!
Berapa Bunga KUR Mandiri?
Besaran bunga KUR Mandiri bergantung pada jenis KUR dan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing debitur.
Untuk KUR Super Mikro, suku bunga yang berlaku adalah 3% efektif per tahun. Sementara itu, KUR Mikro dan KUR Kecil memiliki suku bunga mulai dari 6% efektif per tahun.
Khusus KUR Mikro dan KUR Kecil, suku bunga dapat berbeda berdasarkan sektor usaha serta frekuensi penerimaan KUR. Untuk pengajuan berikutnya pada sektor tertentu, tingkat bunga dapat meningkat sesuai ketentuan program.
Karena itu, Propers sebaiknya mengecek kembali suku bunga yang berlaku ketika akan mengajukan KUR agar dapat memperhitungkan cicilan dan total kewajiban dengan lebih tepat.
Syarat KUR Mandiri
Sebelum mengajukan KUR, calon debitur perlu memenuhi sejumlah persyaratan. Secara umum, penerima KUR merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki usaha produktif dan layak sesuai ketentuan.
Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Memiliki usaha produktif dan layak.
- Memiliki identitas diri yang masih berlaku.
- Memiliki dokumen usaha sesuai ketentuan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif atau program kredit lainnya yang tidak diperbolehkan sesuai ketentuan KUR.
- Memenuhi ketentuan mengenai lama usaha sesuai jenis KUR yang diajukan.
Untuk KUR Mikro dan KUR Kecil, usaha pada umumnya telah berjalan minimal 6 bulan. Namun, terdapat pengecualian tertentu untuk beberapa kondisi dan jenis KUR.
Sementara itu, KUR Super Mikro dapat diberikan kepada usaha yang belum berjalan selama 6 bulan dalam kondisi tertentu, misalnya calon debitur telah mengikuti pelatihan kewirausahaan, tergabung dalam kelompok usaha, atau memiliki anggota keluarga yang menjalankan usaha produktif.
Baca Juga: 7 Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui, Ini yang Perlu Disiapkan
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Selain memenuhi persyaratan sebagai calon penerima, Propers juga perlu menyiapkan dokumen untuk proses pengajuan. Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung jenis KUR dan kondisi pemohon.
Beberapa dokumen yang umumnya diperlukan meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Kartu Keluarga (KK).
- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau dokumen legalitas usaha sesuai ketentuan.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pengajuan dengan plafon tertentu.
- Dokumen atau surat keterangan usaha apabila diperlukan.
- Dokumen pendukung lainnya sesuai hasil analisis bank.
Pastikan seluruh data yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya agar proses verifikasi dapat berjalan lebih lancar.
Apakah KUR Mandiri Membutuhkan Agunan?
Ketentuan agunan KUR berbeda berdasarkan plafon dan jenis pembiayaan. Untuk pembiayaan KUR dengan plafon tertentu, bank tidak mewajibkan agunan tambahan sesuai ketentuan program pemerintah.
Namun, untuk pengajuan dengan plafon yang lebih besar, ketentuan mengenai agunan dapat berlaku. Karena itu, calon debitur sebaiknya memastikan persyaratan agunan kepada Bank Mandiri sesuai jenis KUR dan nominal pembiayaan yang akan diajukan.
Cara Pengajuan KUR Mandiri
Setelah memastikan persyaratan terpenuhi, Propers dapat memulai proses pengajuan KUR Mandiri melalui kanal yang disediakan Bank Mandiri atau dengan mendatangi kantor cabang Bank Mandiri.
Secara umum, tahapan pengajuan KUR meliputi beberapa proses berikut.
1. Siapkan Dokumen Persyaratan
Pertama, siapkan identitas diri, dokumen legalitas usaha, serta dokumen pendukung lain yang diperlukan. Pastikan seluruh dokumen masih berlaku dan informasi di dalamnya sesuai.
2. Ajukan KUR
Propers dapat mengajukan pembiayaan melalui kanal pengajuan KUR yang disediakan Bank Mandiri. Pilih jenis dan nominal KUR sesuai kebutuhan serta kemampuan usaha.
3. Proses Verifikasi dan Analisis
Setelah pengajuan diterima, pihak bank akan melakukan verifikasi terhadap data dan dokumen yang diberikan. Bank juga dapat melakukan analisis terhadap kondisi dan kelayakan usaha calon debitur.
4. Persetujuan Kredit
Jika pengajuan dinilai memenuhi persyaratan dan layak berdasarkan analisis bank, proses dapat dilanjutkan ke tahap persetujuan kredit.
5. Akad dan Pencairan
Setelah kredit disetujui, calon debitur akan mengikuti proses akad sesuai ketentuan. Dana KUR kemudian dapat dicairkan setelah seluruh proses administrasi selesai.
Tips Sebelum Mengajukan KUR Mandiri

Agar lebih siap mengajukan KUR, ada beberapa hal yang dapat Propers lakukan.
Pertama, pisahkan keuangan pribadi dan usaha. Catatan keuangan yang jelas dapat membantu menunjukkan kondisi bisnis secara lebih terukur.
Kedua, tentukan kebutuhan modal secara realistis. Jangan mengajukan pinjaman melebihi kebutuhan atau kemampuan usaha untuk membayar cicilan.
Ketiga, siapkan dokumen sejak awal. Pastikan identitas dan legalitas usaha sudah lengkap sebelum mengajukan pembiayaan.
Keempat, pahami kemampuan membayar. Hitung kembali pemasukan usaha dan kewajiban bulanan agar cicilan tidak mengganggu arus kas bisnis.
Kelima, pastikan informasi pengajuan sesuai kondisi sebenarnya. Data yang akurat akan membantu proses verifikasi dan analisis kredit.
Baca Juga: Ini Daftar Pertanyaan Saat Survei KUR Bank untuk Ajukan Pinjaman
KUR Mandiri Bisa Menjadi Pilihan untuk Tambahan Modal Usaha
KUR Mandiri menawarkan beberapa pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha, mulai dari KUR Super Mikro hingga KUR Kecil dengan plafon maksimal Rp500 juta.
Dengan memahami syarat KUR Mandiri, bunga, plafon, dokumen, serta cara pengajuannya, Propers dapat mempersiapkan kebutuhan pembiayaan dengan lebih matang sebelum mengajukan pinjaman.
Perlu diingat, persetujuan kredit tetap bergantung pada hasil analisis dan ketentuan Bank Mandiri yang berlaku saat pengajuan.
Bagi Propers yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai KUR bank lainnya segera kunjungi artikel di eCatalog Sinar Mas Land