Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso
SEO & Content Specialist
Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis. Namun, mendapatkan pinjaman KUR tentu tidak hanya soal mengajukan dana dan menunggu persetujuan.
Ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan agar proses pengajuan berjalan lebih lancar. Mulai dari kelengkapan dokumen, kondisi usaha, riwayat kredit, hingga kemampuan dalam membayar cicilan perlu diperhatikan sejak awal.
Lalu, bagaimana agar pengajuan KUR disetujui? Berikut tujuh tips yang bisa Propers persiapkan sebelum mengajukan KUR.
Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Cibubur, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas
Sebelum mengajukan, pastikan usaha yang Propers jalankan sudah memenuhi persyaratan KUR dari bank yang dipilih.
KUR ditujukan untuk membantu pelaku usaha produktif mendapatkan akses pembiayaan. Karena itu, kondisi dan aktivitas usaha menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Pastikan usaha sudah berjalan dan memiliki kegiatan bisnis yang jelas. Propers juga perlu memahami jenis KUR yang sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku di bank tujuan.
Kenapa kondisi usaha penting?
Bank perlu melakukan penilaian terhadap calon debitur sebelum memberikan pinjaman. Karena itu, semakin jelas kondisi usaha dan kebutuhan modal yang diajukan, semakin mudah proses penilaian dilakukan.
Baca Juga: Punya Hutang, Apakah Bisa Ajukan KUR di Bank?
2. Lengkapi Dokumen yang Dibutuhkan
Dokumen yang tidak lengkap bisa membuat proses pengajuan menjadi lebih panjang. Jadi, sebaiknya persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sebelum mengajukan KUR.
Dokumen persyaratan dapat berbeda tergantung bank dan jenis KUR. Namun, beberapa dokumen yang umumnya perlu disiapkan meliputi:
- KTP
- Kartu Keluarga
- Dokumen legalitas usaha
- NIB atau dokumen usaha lainnya
- Dokumen terkait transaksi atau penghasilan usaha
- Dokumen pendukung lain sesuai ketentuan bank
Jangan lupa mengecek kembali persyaratan terbaru dari bank tujuan agar tidak ada dokumen yang terlewat.
Cari ruko dengan harga terbaik? Cek disini!
3. Pastikan Riwayat Kredit Tetap Baik

Riwayat kredit juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan pinjaman.
Jika Propers pernah memiliki pinjaman atau cicilan sebelumnya, pastikan pembayarannya dilakukan tepat waktu. Riwayat kredit yang memiliki tunggakan dapat menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan dalam proses pengajuan pembiayaan.
Karena itu, sebelum mengajukan KUR, coba cek kembali seluruh kewajiban kredit yang sedang berjalan.
Hindari Menambah Beban Cicilan Secara Berlebihan
Memiliki pinjaman baru berarti ada tambahan kewajiban setiap bulan. Jangan sampai cicilan KUR justru membuat kondisi keuangan usaha menjadi terlalu berat.
Sebaiknya, hitung terlebih dahulu kemampuan pembayaran sebelum menentukan nominal pinjaman yang ingin diajukan.
Baca Juga: Tabel Pinjaman KUR Mandiri Beserta Cicilan Per Bulannya
4. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Bagi pemilik bisnis, uang pribadi dan uang usaha terkadang masih bercampur. Padahal, kebiasaan ini dapat membuat kondisi keuangan bisnis menjadi sulit dipantau.
Mulailah memisahkan pemasukan dan pengeluaran usaha dari keuangan pribadi. Dengan begitu, Propers bisa melihat kondisi arus kas bisnis secara lebih jelas.
Pemisahan keuangan juga membantu ketika Propers ingin mengetahui berapa sebenarnya omzet, biaya operasional, keuntungan, dan kebutuhan modal usaha.
5. Rapikan Pencatatan Keuangan Usaha
Tidak perlu menunggu bisnis menjadi besar untuk mulai melakukan pencatatan keuangan.
Catat pemasukan dan pengeluaran secara rutin agar Propers memiliki gambaran mengenai kondisi bisnis. Beberapa hal yang bisa dicatat antara lain omzet penjualan, biaya operasional, pembelian stok, pengeluaran usaha, serta keuntungan.
Catatan tersebut juga dapat membantu Propers menentukan apakah bisnis mampu menanggung cicilan tambahan.
Semakin teratur pencatatan dilakukan, semakin mudah untuk mengevaluasi kondisi keuangan usaha sebelum mengambil pinjaman.
6. Ajukan Nominal Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan
Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang adalah jumlah pinjaman yang ingin diajukan.
Jangan hanya berpatokan pada nominal pinjaman maksimal. Tentukan berapa dana yang benar-benar dibutuhkan untuk mengembangkan usaha dan sesuaikan dengan kemampuan membayar cicilan.
Misalnya, modal akan digunakan untuk membeli peralatan baru, menambah stok, memperluas tempat usaha, meningkatkan produksi, atau mengembangkan pemasaran.
Buat perhitungan kebutuhan modal terlebih dahulu agar dana yang diajukan tidak berlebihan dan tetap sesuai dengan kemampuan finansial.
Baca Juga: Mau Lolos Pinjaman KUR BRI? Cek Tips dan Triknya Disini!
7. Tentukan dengan Jelas Penggunaan Dana KUR

Sebelum mengajukan KUR, pastikan Propers sudah memiliki rencana mengenai penggunaan dana tersebut.
KUR sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang dapat mendukung kegiatan dan perkembangan usaha. Dengan tujuan penggunaan yang jelas, Propers juga dapat memperhitungkan berapa modal yang sebenarnya dibutuhkan.
Misalnya, dana digunakan untuk menambah inventaris, membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, melakukan renovasi tempat usaha, atau mengembangkan strategi pemasaran.
Dengan begitu, pinjaman tidak hanya menjadi tambahan kewajiban, tetapi dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Apa yang Bisa Membuat Pengajuan KUR Tidak Disetujui?
Meskipun sudah mempersiapkan berbagai hal, pengajuan KUR tetap melalui proses penilaian dari pihak bank. Artinya, tidak ada cara yang dapat menjamin pengajuan pasti disetujui.
Namun, Propers bisa meminimalkan kendala dengan memastikan persyaratan terpenuhi, dokumen lengkap, kondisi usaha jelas, riwayat kredit baik, dan jumlah pinjaman sesuai dengan kemampuan finansial.
Persiapan tersebut juga penting agar Propers tidak mengambil pinjaman melebihi kemampuan pembayaran.
Bagi Propers yang ingin mengetahui informasi mengenai KUR bank lainnya, segera kunjungi artikel di eCatalog Sinarmas Land.