Seperti musibah pada umumnya, musibah dalam rumah tangga terkadang tidak bisa terhindarkan. Keputusan untuk bercerai bukanlah hal yang mudah. Selain pertimbangan hak asuh anak, pihak suami maupun istri juga harus mempertimbangkan harta gono-gini termasuk rumah yang telah dibeli bersama selama masa pernikahan. Lantas, bagaimana jika suami-istri bercerai saat KPR rumah belum lunas? Simak selengkapnya!
Apa Itu Harta Gono Gini?

Harta gono gini adalah harta yang diperoleh selama perkawinan dan menjadi hak bersama antara suami dan istri. Pembagian harta gono-gini akan semakin rumit ketika ada aset yang masih dalam proses kredit seperti rumah yang KPRnya belum lunas.
Pada Pasal 32 ayat (2) UU Perkawinan menegaskan bahwa rumah tempat tinggal yang sedang dalam kredit harus ditentukan secara bersama oleh suami-istri. Sehingga, jika pasangan memutuskan untuk bercerai, pembagian harta tersebut menjadi suatu keharusan.
Baca Juga:
Opsi Jika KPR Belum Lunas saat Suami-Istri Bercerai
Penjualan Over Kredit
Hakim dapat memerintahkan penjualan rumah kepada pihak ketiga melalui over kredit, dimana hasilnya akan dibagi secara adil antara mantan istri dan suami.
Pembagian Utang
Meskipun demikian, pembagian harta gono-gini dapat ditolak hakim bila masih ada kredit yang melekat, merujuk pada SEMA No. 3 Tahun 2018. Putusan ini menegaskan bahwa gugatan pembagian harta tidak dapat diterima jika objek sengketa masih menjadi jaminan utang atau terdapat sengketa kepemilikan.
Seorang Tetap Tinggal Hingga Anak Berusia 18 Tahun
Jika pasutri sudah memiliki anak, salah satu pasangan bisa meninggali rumah hingga KPR lunas dan anak berusia 18 tahun. Jika Anak sudah berusia 18 tahun, maka rumah bisa diberikan menjadi hak miliknya.
Salah Satu Pihak Membeli Rumah
Opsi lainnya yakni jika salah satu pihak baik suami atau istri membeli rumah yang kprnya sudah dicicil dan mengembalikan uang yang telah dibayarkan oleh oleh pasangan selama proses pencicilan KPR.
Baca Juga:
Penyelesaian Kredit Setelah Perceraian
Apabila suami istri bercerai ketika KPR belum lunas, maka harta dan utang kedua belah pihak harus segera dibagikan. Meskipun selama masa perkawinan cicilan hanya dibayarkan oleh salah satu pihak, namun harta yang diperoleh selama perkawinan adalah harta gono-gini. Ketika pasangan akan melakukan perceraian, sisa cicilan akan ditanggung oleh mantan suami atau istri dengan jumlah yang berimbang. Jika salah satu pasangan enggan membayarkan sisa cicilan sesuai ketentuan, maka pihak yang masih meneruskan cicilan berhak menerima kompensasi dari pihak yang tidak mau melanjutkan cicilan. Perlu dipahami bahwa pihak yang meneruskan cicilan memiliki hak milik terhadap aset (rumah).
Cara Menghindar Dari Sengketa Rumah Saat Perceraian
Permasalahan umum dalam perceraian dengan KPR yang belum lunas adalah sengketa kepemilikan properti oleh bank. Berikut langkah-langkah untuk mengatasinya:
- Komunikasi dengan Bank: Segera hubungi bank setelah mengetahui rencana perceraian untuk mendiskusikan solusinya.
- Keringanan Pembayaran: Bank umumnya menawarkan keringanan atau kelonggaran pembayaran jika terdapat kesulitan pribadi.
- KPR Joint Income: Jika KPR berbentuk joint income, konsultasikan dengan pengacara untuk menyelesaikannya.
- Penghapusan Nama dari KPR: Jika pindah, segera hapus nama dari KPR untuk menjaga skor kredit. Pastikan hak atas cicilan yang telah dibayarkan tidak hilang.
- Cicilan KPR Tunggal: Apabila Anda tetap tinggal di rumah dan pasangan mencabut nama dari KPR, pastikan Anda mampu membayar cicilan.
- Konsultasi Keuangan: Konsultasikan dengan penasihat keuangan untuk strategi cicilan yang optimal.
Nah, itulah dia beberapa solusi apabila suami istri bercerai ketika kpr belum lunas. Semoga artikel ini dapat membantu Anda!
Ayo kunjungi website ecatalog.sinarmasland.com untuk informasi menarik lainnya seputar properti, lifestyle dan investasi.
Jangan lupa untuk bergabung sebagai pengguna eCatalog Sinar Mas Land dan dapatkan informasi terkini mengenai hunian impian Anda!
Baca Juga: