Untuk menjaga nilai kekayaan, penting untuk memilih instrumen investasi yang tepat. Berikut adalah beberapa opsi investasi jangka panjang yang dapat kamu pertimbangkan!
Menurut buku Investasi Anak Muda Masa Kini oleh Panuwun Budi, investasi adalah kegiatan menanamkan modal, baik dalam bentuk uang atau aset berharga, ke dalam suatu benda, lembaga, atau pihak tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan dalam jangka waktu tertentu.
Investasi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan durasinya: investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Di antara ketiga jenis tersebut, investasi jangka panjang merupakan strategi keuangan yang melibatkan penempatan dana untuk periode yang relatif lama, biasanya lebih dari lima tahun. Apa saja pilihan investasi jangka panjang terbaik, terutama untuk pemula? Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini!
Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas
1. Saham
Saham merupakan salah satu opsi investasi jangka panjang terbaik bagi pemula karena biasanya menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan instrumen investasi lainnya. Nilai saham dapat mengalami pertumbuhan signifikan seiring dengan perkembangan perusahaan dan peningkatan profitabilitasnya. Selain itu, saham dapat berfungsi sebagai perlindungan terhadap inflasi, karena nilai saham seringkali naik bersamaan dengan inflasi.
Dengan membeli saham, kamu membeli sebagian kepemilikan perusahaan, yang berarti kamu berhak atas keuntungan perusahaan, seperti dividen dan potensi kenaikan harga saham di masa depan. Namun, meskipun saham menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Risiko tersebut meliputi fluktuasi harga saham, kinerja perusahaan, dan kondisi pasar secara umum.
Baca Juga: Potensi Investasi: Gen Z dan Milenial Berburu Properti di Dekat IKN
2. Reksa Dana
Jika saham tidak sesuai dengan profil risikomu karena volatilitasnya yang tinggi, reksa dana bisa menjadi alternatif investasi dengan risiko yang lebih rendah. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang ideal bagi investor dengan profil risiko moderat hingga konservatif yang ingin meraih keuntungan stabil dalam jangka panjang. Meskipun demikian, reksa dana memiliki berbagai jenis dengan tingkat risiko yang bervariasi. Berikut adalah berbagai jenis reksa dana beserta profil risikonya sebagai panduan:
- Reksa dana pasar uang: rendah
- Reksa dana obligasi: sedang
- Reksa dana campuran: sedang menuju tinggi
- Reksa dana saham: tinggi
Cari Tanah Kavling di BSD dengan harga terbaik? Cek disini!
3. Emas
Emas telah lama menjadi pilihan investasi yang populer untuk jangka panjang, dan ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi. Pertama, nilai emas cenderung stabil dan tahan lama, serta tidak terpengaruh oleh inflasi atau ketidakstabilan ekonomi global. Ketika nilai mata uang fiat menurun akibat inflasi, biasanya nilai emas justru meningkat, menjadikannya aset yang efektif untuk melawan inflasi. Selain itu, emas dianggap sebagai aset safe haven karena nilainya tetap stabil bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu. Namun, perlu diingat bahwa emas juga memiliki beberapa keterbatasan, termasuk potensi keuntungan yang rendah, likuiditas yang terbatas, dan volatilitas jangka pendek.
4. Properti
Selain emas, investasi jangka panjang yang juga sangat populer adalah properti. Nilai properti, terutama tanah, cenderung naik seiring berjalannya waktu akibat terbatasnya lahan dan meningkatnya permintaan. Properti juga bisa menghasilkan pendapatan pasif melalui penyewaan dan berfungsi sebagai perlindungan terhadap inflasi. Namun, salah satu pertimbangan penting dalam berinvestasi di properti adalah likuiditasnya yang rendah, yang berarti menjual properti bisa memakan waktu, terutama jika pasar dalam kondisi lesu.
Baca Juga: Beli Properti KPR atau Cash, Mana yang Lebih Untung untuk Investasi?
5. Obligasi
Obligasi merupakan pilihan investasi yang menarik jika kamu mencari risiko yang relatif rendah. Investasi ini menawarkan pendapatan tetap berupa bunga yang dibayar secara berkala, menjadikannya cocok sebagai sumber pendapatan pasif yang stabil. Beberapa jenis obligasi, seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), juga dapat memberikan perlindungan terhadap inflasi. Meskipun obligasi dianggap lebih aman dibandingkan saham, mereka tetap memiliki risiko, termasuk risiko kredit, yang berkaitan dengan kemungkinan penerbit obligasi (emiten) gagal membayar bunga atau pokok sesuai jadwal. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk obligasi dengan cermat.
Baca Juga: Apa Itu Investasi P2P Lending dan Bagaimana Cara Kerjanya
Dapatkan juga informasi menarik dan terkini seputar properti, investasi, dan tata cara finansial lainnya di ecatalog.sinarmasland.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki hunian impian Anda dengan bergabung menjadi pengguna eCatalog!