pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Tips Rumah Tahan Api: Cara Praktis agar Lebih Aman dan Kokoh

Tips Rumah Tahan Api: Cara Praktis agar Lebih Aman dan Kokoh

18 January 2025

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Tips Rumah Tahan Api: Cara Praktis agar Lebih Aman dan Kokoh

Membangun rumah yang kokoh dan tahan lama merupakan prioritas banyak orang. Namun, aspek lain yang tak kalah penting adalah membuat rumah tahan api demi melindungi Propers dari risiko kebakaran yang tak terduga. Menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, rumah tahan api dirancang untuk memperlambat penyebaran api sehingga penghuni memiliki waktu untuk menyelamatkan diri.

"Tahan terhadap api bukan berarti sepenuhnya tidak bisa terbakar. Dalam peraturan bahan bangunan, termasuk SNI (Standar Nasional Indonesia), sudah diatur bahan bangunan yang dirancang tahan api," ujar Taufiq. Ia juga menambahkan bahwa bahan seperti kertas, kayu, dan karet mudah terbakar, sedangkan beton dan bata lebih tahan api.

Baca juga artikel serupa : Telat Bayar Listrik Bisa Kena Denda?

Berikut adalah panduan membangun rumah tahan api dengan memilih material yang tepat.

Tips Membangun Rumah Tahan Api

  • Dinding

Dinding dari material beton, batu bata, atau bata ringan yang diplester dan diaci memiliki ketahanan tinggi terhadap api. Meski panas, bangunan dari beton tidak langsung terbakar saat terjadi kebakaran.

  • Bukaan

Jendela dan pintu yang dulu banyak menggunakan kayu kini memiliki alternatif bahan seperti aluminium, yang dinilai lebih tahan api.

  • Lantai

Material lantai di Indonesia umumnya tahan api. Namun, hindari penggunaan kayu seperti parket karena mudah terbakar.

  • Plafon

Plafon yang dulunya terbuat dari triplek dan kayu kini mulai diganti dengan rangka besi atau metal. Penutup plafon pun beralih ke material gipsum atau eternit dengan fiber semen, yang lebih tahan api dibandingkan triplek atau multiplek.

  • Atap

Untuk atap yang tahan api, gunakan rangka baja ringan sebagai pengganti kayu. Penutup atap dari genteng beton, keramik, metal, atau tanah liat juga lebih aman dibandingkan material lainnya.

Baca Juga: Harus Tau! 3 Lokasi Ideal Menyimpan APAR di Rumah

Sistem Preventif untuk Rumah Tahan Api

Selain memilih material yang tahan api, Propers juga dapat meningkatkan perlindungan dengan:

  • Menyediakan alat pemadam kebakaran portable.
  • Memasang hidran di area rumah.
  • Menginstal sistem pemadam kebakaran otomatis di ruangan penting.

Dengan langkah-langkah tersebut, Propers dapat meminimalkan risiko kebakaran dan melindungi keluarga serta aset berharga di rumah. Yuk, kunjungi website eCatalog sinarmasland untuk tau informasi lainnya seputar properti. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi pengguna eCatalog! 

 

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Ingin Beli Rumah Pertama? Simak Tips Memilih Hunian yang Tepat

Memiliki rumah pertama merupakan impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda maupun keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, membeli rumah bukanlah keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar hunian yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun di masa depan. Mulai dari menentukan anggaran, memilih

21 July 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026