Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Apa Arti BI Checking Kol 5? Ini Penjelasannya!

Apa Arti BI Checking Kol 5? Ini Penjelasannya!

14 May 2024

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
arti bi checking kol 5, cara membersihkan bi checking

pinhome.id

Status BI checking kol 5 sering menjadi pertanyaan bagi mereka yang ingin mengajukan kredit ke bank. Dalam proses pengajuan kredit, bank atau lembaga keuangan lainnya akan menilai kolektibilitas calon debitur. Penilaian ini penting untuk menentukan apakah calon debitur layak menerima pinjaman atau tidak.

Kelayakan ini dilihat dari skor atau lima status kolektibilitas (kol/kolek) yang dimiliki setiap calon debitur. Status kol ini terdiri dari lima skor yang tercatat dalam SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Setiap status kolektibilitas memiliki tingkat risiko yang berbeda, yang diperhatikan oleh bank dalam memberikan kredit, baik untuk KPR maupun pinjaman lainnya. Untuk informasi lebih lanjut, mari kita lihat apa itu SLIK dan kolektibilitas di bawah ini!

Apa Itu Kolektibilitas pada SLIK?

Menurut informasi dari ojk.go.id, sejak 1 Januari 2018, BI Checking telah berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). SLIK adalah sistem informasi yang berada di bawah kewenangan OJK, dengan tujuan melaksanakan pengawasan dan pelayanan informasi keuangan, termasuk penyediaan informasi debitur (iDeb).

Kolektibilitas kredit mengacu pada status kelancaran pembayaran angsuran yang merupakan kewajiban debitur kepada lembaga keuangan. Berdasarkan djkn.kemenkeu.go.id, kolektibilitas atau kol adalah klasifikasi status pembayaran angsuran bunga atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh debitur. Ini juga mencakup tingkat kemungkinan dana yang ditanamkan dalam surat berharga atau investasi lainnya dapat diterima kembali.

Dalam sistem perbankan atau keuangan, kolektibilitas berkisar dari skala rendah hingga tinggi. Perlu diwaspadai jika status kolektibilitas kredit di SLIK berada di skor lima, karena ini mengindikasikan bahwa seorang debitur memiliki risiko tinggi atau kualitas pembayaran yang rendah, yang berarti pinjaman tersebut macet atau pembayarannya tidak lancar. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak informasi mengenai kol 5 BI checking berikut ini!

Sudahkah Anda Paham Apa Itu BI Checking? Ini Ulasannya

Sumber: verihubs.com

Arti BI Checking Kol 5

Berdasarkan aturan, kolektibilitas kredit terdiri dari status lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet. Berikut adalah lima kol tersebut:

  • Kol-1 (LANCAR): memenuhi kewajiban pembayaran kredit tepat waktu
  • Kol-2 (DALAM PERHATIAN KHUSUS): menunggak cicilan kredit 1-90 hari
  • Kol-3 (KURANG LANCAR): menunggak cicilan 91-120 hari
  • Kol-4 (DIRAGUKAN): menunggak cicilan kredit 121-180 hari
  • Kol-5 (MACET): menunggak cicilan kredit lebih dari 180 hari

BI checking kol 1 dan kol 2 berarti performing loan, sedangkan kol 3, kol 4, dan kol 5 berarti non performing loan. Menurut djkn.kemenkeu.go.id, kol 5 menunjukkan kolektibilitas terendah yang tergolong sebagai non performing loan (NPL) atau kredit macet.

Artinya, angsuran pokok dan bunga kredit dari debitur tidak dibayar sehingga terjadi tunggakan lebih dari 180 hari. Jika status debitur adalah kolek 5, bank dapat mengambil tindakan seperti melelang agunan setelah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) tiga kali, menerbitkan anjak piutang, hingga melakukan negosiasi dan restrukturisasi.

Cara Membersihkan Kol 5

BI checking kol 5 berarti kredit macet. Jika nama Anda masuk dalam status kol 5, Anda harus berhati-hati karena ini termasuk non performing loan. Risiko dari kol 5 adalah Anda tidak bisa mengajukan kredit lain hingga bank melelang agunan yang dijaminkan. Untuk membersihkan status kol 5, Anda perlu membayar semua kewajiban utang, mengajukan restrukturisasi, atau meminta keringanan lainnya. Durasi pemutihan BI checking tergantung pada setiap individu dalam proses pengajuan pemutihan tersebut. Untuk mengetahui skor kol Anda, Anda dapat mengecek SLIK secara online melalui OJK.

Demikian penjelasan terkait BI Checking Kol 5. Semoga bermanfaat ya! Ikuti terus informasi bermanfaat lainnya seputar properti, lifestyles, tata cara hingga informasi mengenai promo dan diskon properti hanya melalui ecatalog.sinarmasland.com

Our Property

Adora Terravia Classic Type 93
Adora Terravia Classic Type 93

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 93m2
Residential

Start from 
Rp 2.669.121.000
Adora Terravia Prime Type 144
Adora Terravia Prime Type 144

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 144m2
Residential

Start from 
Rp 3.240.276.000

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Keuangan & Investasi
article
Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026: Cicilan, Bunga, dan Syarat

Ditulis oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal kerja atau dana investasi. Sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk mengetahui perkiraan cicilan bulanan agar pembayaran tidak mengganggu arus kas usaha. Tabel angsu

27 October 2026

Keuangan & Investasi
article
RAB Bangun Rumah 2027: Cara Menghitung Biaya dari Nol

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Membangun rumah membutuhkan perencanaan anggaran yang matang agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum memulai pembangunan. RAB bangun rumah 2027 membantu calon pemilik rumah mengetahui komp

26 October 2026

Keuangan & Investasi
article
Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Rp 10 Juta - Rp 500 Juta

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Memiliki usaha yang berkembang tentu membutuhkan perencanaan modal yang matang. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI bisa menjadi salah satu pilihan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha. Sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk memahami tabel angsur

22 October 2026