pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan WPC dan Conwood

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan WPC dan Conwood

13 February 2024

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Perbedaan WPC dan Conwood

WPC dan Conwood, dua material populer yang sering diandalkan sebagai alternatif kayu. Sekilas tampak serupa, namun keduanya memiliki perbedaan yang perlu diketahui. Artikel ini mengupas perbedaan WPC dan Conwood berdasarkan penuturan ahli, membantu Anda memilih material terbaik untuk kebutuhan Anda.

WPC (Wood Panel Composite), sesuai namanya, merupakan komposit dari serbuk kayu dan plastik. Material ini banyak digunakan untuk decking, pagar, dan dinding eksterior.

Conwood, di sisi lain, terbuat dari campuran semen, selulosa, dan serat fiber. Material ini menawarkan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas, termasuk untuk aplikasi interior dan eksterior.

Walaupun WPC dan Conwood sering disalahartikan sebagai produk yang sama, kenyataannya terdapat beberapa perbedaan signifikan di antara keduanya. Perbedaan ini menjadi alasan mengapa beberapa orang memilih WPC dan sebagian lainnya memilih Conwood. Mari kita simak penjelasan dari ahlinya mengenai perbedaan WPC dan Conwood

Perbedaan WPC dan Conwood 

Walaupun WPC dan Conwood memiliki fungsi dan kegunaan yang mirip namun, WPC dan Conwood memiliki perbedaan dari segi harga dan pengerjaannya. Yuk simak! 

Perbedaan Harga WPC dan Conwood

Harga WPC (Wood Plastic Composite) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan Conwood. Merek Kayu Asri, contohnya, menawarkan WPC dengan harga termurah Rp292 ribu dan termahal Rp955 ribu. Bahkan, ada WPC yang dijual per batang dengan harga Rp400 ribu. Biaya pengerjaan panelnya pun bisa mencapai Rp1,5 juta per meter persegi.

Sedangkan Conwood memiliki harga yang jauh lebih murah. Harga termurah Conwood berkisar di angka Rp78 ribu dan termahal hanya Rp176 ribu. Semakin tipis ketebalan Conwood, semakin murah pula harganya.

Proses Pengerjaan WPC dan Conwood Berbeda 

WPC:

  • Dipasang dengan sekrup dan baut.
  • Membutuhkan rongga saat pemasangan.
  • Sering digunakan untuk dek kolam renang, bukan lantai.
  • Lantai bisa bergerak dan bunyi jika WPC digunakan karena rongga.

Conwood:

  • Terbuat dari semen, memungkinkan aplikasi di berbagai tempat dengan senyawa semen (lantai & dinding).
  • Pemasangan mudah menggunakan mortar tanpa rongga.
  • Sering digunakan untuk lantai, treatment dinding, atau second skin rumah.
  • Tersedia produk dengan pola kayu, memberikan kesan kayu dari jauh.

 

Nah itulah pengertian serta perbedaan WPC dan Conwood. Jadi, mana yang kamu pilih, conwood atau WPC? Yuk kunjungi website ecatalog.sinarmasland.com untuk tau informasi lainnya seputar properti. 

 

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026

Tips Properti
article
Mau Beli Apartemen? Cek 5 Hal Penting Ini Dulu!

Apartemen semakin diminati sebagai pilihan hunian maupun investasi, terutama di kota-kota besar yang memiliki keterbatasan lahan. Lokasinya yang strategis, fasilitas yang lengkap, serta kemudahan akses menuju pusat bisnis menjadi alasan mengapa banyak orang memilih tinggal di apartemen. Namun, membeli apartemen tidak bisa disamakan dengan membeli rumah tapak. Selain mempertimbangkan harga dan lok

11 June 2026