pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Cek Beban Tagihan Listrik 2200 Watt untuk Rumah

Cek Beban Tagihan Listrik 2200 Watt untuk Rumah

30 August 2024

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
berapa tagihan  listrik untuk 2200 watt

Memahami beban tagihan listrik merupakan langkah penting dalam mengelola pengeluaran rumah tangga. Bagi Anda yang memiliki daya listrik 2200 Watt di rumah, memahami bagaimana tagihan listrik dihitung bisa membantu Anda mengontrol penggunaan listrik dengan lebih bijak.

Cara Menghitung Tagihan Listrik 2200 Watt

Tagihan listrik terdiri dari dua komponen utama: biaya pemakaian energi listrik dan biaya abonemen. Biaya pemakaian energi listrik dihitung berdasarkan jumlah kWh (kilowatt-hour) yang digunakan selama satu periode tagihan di rumah idaman. Sementara itu, biaya abonemen adalah biaya tetap yang dikenakan berdasarkan daya listrik terpasang, terlepas dari jumlah energi yang digunakan.

Untuk daya 2200 Watt, PLN menerapkan sistem Rekening Minimum (RM) yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:

RM1 = 40 Jam Nyala x Daya Terpasang (kVA) x Tarif Pemakaian

Dengan rumus ini, biaya abonemen listrik untuk rumah dengan daya 2200 Watt dapat dihitung sebagai berikut:

  • 40 Jam x 2200/1000 = 88 kWh
  • 88 kWh x Rp 1.444,70 = Rp 127.133

Jumlah tersebut adalah biaya tetap yang harus Anda bayarkan setiap bulan sebagai biaya abonemen, bahkan jika pemakaian listrik Anda lebih rendah dari yang diestimasikan oleh PLN.

Our Property

Terravia Belova Classic Type 95
Terravia Belova Classic Type 95

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 95m2
Residential

Start from 
Rp 2.306.690.000
Terravia Belova Primes Type 147
Terravia Belova Primes Type 147

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 147m2
Residential

Start from 
Rp 3.301.383.000
Terravia Belova Luxe Type 232
Terravia Belova Luxe Type 232

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 232m2
Residential

Start from 
Rp 5.435.214.000
Terravia Belova Luxe Type 181
Terravia Belova Luxe Type 181

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 181m2
Residential

Start from 
Rp 4.439.766.000

Mengontrol Tagihan Listrik

Cek Beban Tagihan Listrik 2200 Watt untuk Rumah - ecatalog sinarmas

sumber: rakyatku.com

Selain biaya abonemen, faktor lain yang mempengaruhi total tagihan listrik adalah penggunaan energi listrik harian Anda. Penggunaan perangkat elektronik dengan daya tinggi seperti AC, water heater, dan mesin cuci dapat secara signifikan meningkatkan tagihan Anda. Oleh karena itu, penting untuk memantau penggunaan perangkat ini dan membatasi penggunaannya saat tidak diperlukan.

Baca Juga: Berapa Watt yang Dibutuhan untuk Pasang AC? Cek Disini!

Tips Mengurangi Tagihan Listrik

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda mengurangi beban tagihan listrik:

  1. Matikan Perangkat Listrik Saat Tidak Digunakan
    Matikan perangkat seperti TV, lampu, dan AC saat tidak digunakan. Penggunaan secara bijak bisa mengurangi konsumsi energi.
  2. Gunakan Perangkat Hemat Energi
    Beralih ke perangkat listrik yang lebih efisien, seperti lampu LED atau kulkas dengan rating energi tinggi, bisa menghemat konsumsi listrik Anda.
  3. Atur Waktu Penggunaan Listrik
    Beberapa perangkat, seperti mesin cuci atau oven, bisa digunakan pada waktu tertentu saat kebutuhan energi di rumah tidak terlalu tinggi.

Dengan memahami bagaimana tagihan listrik dihitung dan menerapkan tips penghematan energi, Anda bisa lebih bijak dalam mengelola penggunaan listrik di rumah dan mengurangi beban tagihan listrik setiap bulannya. 

Nah, selain tahu mengenai beban listrik di rumah, pastikan Propers juga memiliki hunian yang nyaman seperti cluster terbaru di BSD yaitu Belova Terravia.

Ketahui berbagai informasi menarik lainnya seputar tips properti, desain, teknologi, inspirasi hunian, keuangan & investasi, hingga berbagai promo properti menarik hanya melalui ecatalog.sinarmasland.com.

Our Property

Terravia Belova Classic Type 95
Terravia Belova Classic Type 95

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 95m2
Residential

Start from 
Rp 2.306.690.000
Terravia Belova Primes Type 147
Terravia Belova Primes Type 147

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 147m2
Residential

Start from 
Rp 3.301.383.000
Terravia Belova Luxe Type 232
Terravia Belova Luxe Type 232

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 232m2
Residential

Start from 
Rp 5.435.214.000
Terravia Belova Luxe Type 181
Terravia Belova Luxe Type 181

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 181m2
Residential

Start from 
Rp 4.439.766.000

Baca Juga:

 

Promotions

berapa tagihan  listrik untuk 2200 watt

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Bau 'Apek' di Ruangan? Atasi dengan 5 Cara Ini!

Bau apek yang mengganggu seringkali menjadi masalah umum di apartemen, terutama di unit yang jarang terkena sinar matahari atau memiliki ventilasi yang kurang baik. Simak artikel berikut ini untuk mencegah dan mengatasi bau 'apek' yang mengendap di ruangan Anda! Biasanya, bau apek yang disebabkan oleh kelembapan berlebih. Akan tetapi, jangan khawatir! Kini bau 'apek' dapat di

06 October 2026

Tips Properti
article
Ketahui Fungsi dan Cara Kerja Mikrometer Sekrup di Konstruksi

Dalam dunia konstruksi, ketepatan pengukuran menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sebuah proyek. Alat ukur presisi seperti mikrometer sekrup memiliki peran penting dalam memastikan kualitas material dan struktur bangunan, meskipun alat ini lebih sering diasosiasikan dengan industri manufaktur dan permesinan. Mikrometer sekrup mampu mengukur ketebalan dan diameter objek kecil deng

06 October 2026

Tips Properti
article
Apakah Jual Tanah di Bawah NJOP Tetap Kena BPHTB? Simak Disini!

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Membeli atau menjual tanah tidak hanya berkaitan dengan harga transaksi. Ada berbagai kewajiban perpajakan yang perlu diperhatikan, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah jual tanah dengan harga di bawah NJOP tetap dikenakan BPHTB? Hal ini penting d

06 October 2026