pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

4 Jenis Pinjaman Uang untuk Membeli Rumah

4 Jenis Pinjaman Uang untuk Membeli Rumah

26 March 2025

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
4 Jenis Pinjaman Uang untuk Membeli Rumah - Sinar Mas Land

unbrick.id

Membeli rumah adalah impian banyak orang, tapi harga properti yang terus naik sering kali jadi tantangan.

Untungnya, ada berbagai pinjaman uang untuk membeli rumah yang bisa jadi solusi.

Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas

Tapi, sebelum mengajukan kredit, penting untuk tahu 4 jenis pinjaman rumah yang paling umum agar bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Yuk, simak penjelasannya!

Jenis Pinjaman Uang untuk Beli Rumah

1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR adalah pilihan paling umum dan banyak digunakan. Bank akan membiayai pembelian rumah hingga 80–90% dari harga rumah, dan Propers cukup membayar uang muka serta mencicil sisanya setiap bulan.

Syarat

  • Penghasilan tetap
  • Usia minimal 21 tahun
  • Riwayat kredit baik

Keuntungan

  • Tenor panjang hingga 20–30 tahun
  • Bunga relatif lebih rendah dibanding pinjaman lain
  • Bisa pilih KPR subsidi untuk cicilan lebih ringan

Kekurangan

  • Berisiko Disita
  • Harus membayar DP sekitar 10-30% dari harga rumah
  • Proses persetujuan bisa lama karena banyak dokumen yang harus disiapkan

Cari Apartemen dengan harga terbaik? Cek disini! 

Our Property

Aerium Type 2BR D
Aerium Type 2BR D

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 84.13m2
Apartment

Start from 
Rp 3.010.741.800
Aerium Type 2BR B
Aerium Type 2BR B

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 98.01m2
Apartment

Start from 
Rp 3.448.647.900
Aerium Type 3BR A
Aerium Type 3BR A

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 165.58m2
Apartment

Start from 
Rp 6.378.115.500

2. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA adalah jenis pinjaman uang untuk beli rumah yang cocok jika Propers ingin proses cepat tanpa harus menyediakan jaminan. Bank akan memberikan pinjaman berdasarkan riwayat kredit dan kemampuan finansial.

Syarat

  • WNI berusia minimal 21 tahun
  • Memiliki penghasilan tetap dan slip gaji
  • Riwayat kredit yang baik (tidak ada tunggakan)

Kelebihan

  • Proses cepat, bisa cair dalam hitungan hari
  • Tidak perlu jaminan atau agunan
  • Fleksibel, bisa digunakan untuk DP rumah atau renovasi

Kekurangan

  • Plafon pinjaman terbatas (biasanya maksimal Rp 500 juta)
  • Suku bunga lebih tinggi dibanding KPR
  • Tenor lebih pendek, maksimal 5 tahun

KTA cocok jika Propers butuh dana tambahan untuk uang muka rumah atau renovasi kecil.

Baca Juga Artikel Serupa: Syarat Mengajukan Pinjaman Renovasi Rumah BPJS

3. Pegadaian

Jika Propers punya barang berharga seperti emas, sertifikat tanah, atau kendaraan, Pegadaian bisa jadi solusi. Ini adalah jenis pinjaman uang untuk beli rumah yang berbasis jaminan, sehingga lebih cepat cair dibanding KPR atau KTA.

Syarat

  • Menyerahkan barang berharga sebagai jaminan
  • WNI berusia minimal 21 tahun
  • Memiliki penghasilan untuk membayar cicilan

Kelebihan

  • Proses cepat, bisa cair dalam waktu 1 hari
  • Bunga lebih rendah dibanding KTA
  • Tidak perlu cek BI Checking atau riwayat kredit

Kekurangan

  • Harus memiliki barang berharga sebagai jaminan
  • Jika gagal bayar, barang bisa disita
  • Plafon pinjaman tergantung nilai barang jaminan

Jika Propers butuh dana mendesak dan punya aset yang bisa digadaikan, Pegadaian bisa jadi solusi sementara sebelum mengambil KPR.

4. BPJS Ketenagakerjaan

Buat Propers yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, ada jenis pinjaman uang untuk beli rumah berupa Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR BPJS).

Syarat

  • Terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 1 tahun
  • Memiliki gaji sesuai ketentuan bank penyedia KPR
  • Belum memiliki rumah sendiri

Kelebihan

  • Suku bunga lebih rendah dibanding KPR biasa
  • Bisa digunakan untuk pembelian rumah pertama
  • Tenor panjang, hingga 20 tahun

Kekurangan

  • Hanya berlaku untuk peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan
  • Tidak semua bank bekerja sama untuk program ini
  • Harus memenuhi syarat dari BPJS dan bank terkait

Jika Propers adalah karyawan tetap dengan BPJS Ketenagakerjaan aktif, ini bisa jadi solusi untuk mendapatkan pinjaman rumah dengan bunga ringan.

 

Setiap jenis pinjaman uang untuk beli rumah punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial Propers agar bisa mewujudkan rumah impian tanpa beban berlebih. Semoga bermanfaat!

Yuk, kunjungi website eCatalog sinarmasland untuk tau informasi lainnya seputar properti. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi pengguna eCatalog!

Promotions

jenis pinjaman uang untuk beli rumah

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Ingin Beli Rumah Pertama? Simak Tips Memilih Hunian yang Tepat

Memiliki rumah pertama merupakan impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda maupun keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, membeli rumah bukanlah keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar hunian yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun di masa depan. Mulai dari menentukan anggaran, memilih

21 July 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026