Banyak orang mengira bahwa memiliki penghasilan besar sudah cukup untuk mendapatkan persetujuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Tidak sedikit pengajuan KPR yang ditolak meskipun pemohon memiliki gaji tinggi. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah gaji tinggi pasti lolos KPR?
Faktanya, bank tidak hanya menilai besaran penghasilan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain sebelum menyetujui pengajuan kredit rumah.
Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas
Agar Propers dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, penting untuk memahami bagaimana bank menilai kelayakan pengajuan KPR.
Mengapa Gaji Tinggi Belum Tentu Lolos KPR?
Memiliki penghasilan besar memang menjadi nilai tambah dalam pengajuan KPR. Namun bank tetap harus memastikan bahwa calon debitur memiliki kondisi finansial yang sehat dan stabil.
Karena itu, proses analisis kredit yang dilakukan bank biasanya cukup menyeluruh.
Beberapa faktor berikut menjadi pertimbangan utama bank dalam menentukan apakah pengajuan KPR dapat disetujui.
1. Rasio Utang Terhadap Penghasilan
Salah satu indikator penting yang digunakan bank adalah Debt to Income Ratio (DTI) atau rasio utang terhadap penghasilan.
Idealnya, total cicilan utang termasuk cicilan KPR tidak boleh melebihi sekitar 30–40% dari penghasilan bulanan.
Jika Propers memiliki banyak cicilan lain seperti kartu kredit, kredit kendaraan, atau pinjaman pribadi, maka peluang persetujuan KPR bisa menurun meskipun gaji cukup besar.
2. Riwayat Kredit dalam SLIK OJK
Bank juga akan memeriksa riwayat kredit calon debitur melalui sistem SLIK OJK.
Sistem ini mencatat seluruh riwayat pinjaman seseorang, termasuk apakah pernah mengalami keterlambatan pembayaran cicilan.
Jika riwayat kredit menunjukkan adanya tunggakan atau kredit macet, bank biasanya akan lebih berhati-hati dalam memberikan persetujuan KPR.
3. Stabilitas Pekerjaan
Selain jumlah penghasilan, bank juga mempertimbangkan stabilitas pekerjaan.
Biasanya, bank lebih menyukai calon debitur yang:
- Memiliki pekerjaan tetap
- Memiliki masa kerja minimal 1–2 tahun
- Bekerja di perusahaan yang stabil
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon debitur memiliki kemampuan finansial yang konsisten untuk membayar cicilan dalam jangka panjang.
4. Besaran Uang Muka (Down Payment)
Besaran DP rumah juga mempengaruhi peluang persetujuan KPR.
Semakin besar uang muka yang dibayarkan, semakin kecil risiko bagi bank karena jumlah pinjaman yang diberikan menjadi lebih rendah.
Selain itu, DP yang besar juga menunjukkan kesiapan finansial calon pembeli.
kompas.com
Tips Agar Pengajuan KPR Lebih Mudah Disetujui
Agar peluang lolos KPR lebih besar, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh Propers sebelum mengajukan kredit rumah.
Kurangi Beban Cicilan Lain
Jika memiliki banyak pinjaman aktif, sebaiknya lunasi sebagian cicilan terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR.
Jaga Skor Kredit Tetap Baik
Pastikan semua pembayaran cicilan dilakukan tepat waktu agar riwayat kredit tetap bersih.
Siapkan Dana Cadangan
Selain uang muka, Propers juga perlu menyiapkan biaya tambahan seperti:
- biaya notaris
- biaya administrasi bank
- biaya asuransi
Persiapan finansial yang matang akan meningkatkan kepercayaan bank terhadap calon debitur.
Pilih Properti di Kawasan Berkembang

Selain mempersiapkan kondisi finansial, memilih properti yang tepat juga menjadi hal penting dalam proses pengajuan KPR.
Bank biasanya lebih mudah menyetujui kredit untuk properti yang berada di kawasan dengan perkembangan infrastruktur yang baik.
Salah satu kawasan hunian yang menarik untuk dipertimbangkan adalah Orlens at Kota Wisata Ecovia dari Sinarmas Land.
Cluster ini hadir dengan konsep hunian modern yang berada di kawasan Kota Wisata Cibubur yang terus berkembang. Lingkungannya dirancang nyaman dengan tata kawasan yang rapi serta akses yang strategis ke berbagai fasilitas publik.
Dengan perkembangan kawasan yang semakin pesat, hunian di area ini menjadi pilihan menarik bagi keluarga maupun profesional yang mencari rumah dengan lingkungan berkualitas.
Persiapan yang Matang Membantu Pengajuan KPR
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa gaji tinggi saja tidak cukup untuk menjamin persetujuan KPR.
Bank akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti riwayat kredit, rasio utang, stabilitas pekerjaan, hingga kesiapan finansial secara keseluruhan.
Karena itu, sebelum mengajukan KPR, Propers sebaiknya melakukan perencanaan keuangan yang matang agar proses pengajuan berjalan lebih lancar.
Cari rumah di BSD dengan harga terbaik? Cek disini!

