Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

PPN 12% Akan Berlangsung Mundur? Simak Selengkapnya!

PPN 12% Akan Berlangsung Mundur? Simak Selengkapnya!

15 December 2024

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
PPN 12% Akan Berlangsung Mundur? Simak Selengkapnya!

Pemerintah sebelumnya merencanakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen yang dijadwalkan berlaku pada 1 Januari 2025. Kenaikan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Namun, belakangan muncul kabar bahwa penerapan PPN 12% ini kemungkinan akan ditunda. Meskipun demikian, kepastian penundaan ini masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, Propers.

Apa saja pertimbangan di balik mundurnya kebijakan ini? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Geger! PPN 12% Dimulai di 2025, Apa Dampaknya?

Alasan Penundaan PPN 12%

PPN 12 Persen Berlaku 1 Januari 2025, Pengusaha Ritel Keberatan – Keadilan  Informasi bagi Seluruh Rakyat Indonesia

1. Kondisi Ekonomi Global

Tekanan ekonomi global dan domestik membuat pemerintah mempertimbangkan dampak kenaikan pajak terhadap daya beli masyarakat dan dunia usaha.

2. Inflasi yang Masih Rentan

Penerapan PPN 12% berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa, sehingga dapat memicu inflasi. Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah perlu menunda kebijakan ini.

Baca Juga: PPN DTP 2025: Kesempatan Emas Miliki Rumah Bebas Pajak

3. Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19 belum sepenuhnya stabil. Penundaan PPN diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

4. Kebutuhan Evaluasi Lebih Lanjut

Pemerintah memerlukan kajian lebih mendalam terkait efektivitas penerapan PPN 12% di tengah dinamika ekonomi nasional.

Baca Juga: UMP 2025 Naik 6,5 Persen: Bagaimana Nasib Pekerja UMKM?

Apa Dampaknya jika PPN 12% Ditunda?

PPN Naik Jadi 12% Tahun Depan, Daftar Barang dan Jasa yang Bebas Pajak |  Batamnews.co.id

Jika penundaan resmi diumumkan, berikut beberapa dampak positifnya bagi masyarakat dan dunia usaha:

  • Harga Barang dan Jasa Stabil Keterlambatan kenaikan PPN berarti harga barang elektronik, otomotif, dan kebutuhan sehari-hari akan tetap stabil untuk sementara waktu.
  • Daya Beli Masyarakat Terjaga Penundaan PPN 12% membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang ada.
  • Kesempatan Berinvestasi Lebih Luas Jika Anda memiliki rencana membeli properti, kendaraan, atau barang bernilai tinggi lainnya, ini adalah waktu yang tepat sebelum kebijakan pajak diberlakukan.

Baca Juga: Benarkah Tiket Pesawat Domestik Turun?

Barang dan Jasa yang Terdampak Jika PPN Naik

Meski ditunda, penting untuk mengetahui sektor mana saja yang nantinya akan terdampak jika PPN 12% diberlakukan. Barang elektronik seperti laptop, smartphone, televisi, dan perangkat elektronik lainnya akan mengalami kenaikan harga.

Produk otomotif seperti mobil, motor, dan suku cadangnya juga akan terkena dampak langsung. Selain itu, kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, kosmetik, dan produk non-pokok lainnya dipastikan ikut terdampak.

Layanan digital seperti platform streaming Netflix dan Spotify kemungkinan besar akan mengenakan tarif lebih tinggi. Terakhir, sektor bangunan dan properti juga tidak luput dari kenaikan biaya, mengingat meningkatnya harga material konstruksi dan bangunan.

Baca selengkapnya disini: PPN Naik 12 Persen, Ini Daftar Barang yang Naik!

Jangan Tunda Rencana Investasi Properti Anda!

Meski penundaan PPN 12% memberi sedikit kelonggaran, Propers yang cerdas tentu akan memanfaatkan momen ini untuk berinvestasi sebelum kebijakan berlaku. Sinar Mas Land menawarkan berbagai properti berkualitas yang siap memenuhi kebutuhan hunian dan investasi, seperti rumah modern Svadhi Tanakayu di BSD.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Kunjungi ecatalog.sinarmasland.com untuk temukan berbagai informasi terbaru seputar proeprti dan rekomendasi properti terbaik lainnya sebelum harga naik!

Our Property

Muse Alesha House Pool Villa Type 90
Muse Alesha House Pool Villa Type 90

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 90m2
Residential

Start from 
Rp 1.675.707.463
Svadhi Type 70
Svadhi Type 70

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 70m2
Residential

Start from 
Rp 2.922.568.000
Svadhi Type 86
Svadhi Type 86

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 86m2
Residential

Start from 
Rp 4.057.161.000
Chava Type 126
Chava Type 126

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 126m2
Residential

Start from 
Rp 3.387.906.000

Promotions

PPN 12% Akan Berlangsung Mundur? Simak Selengkapnya!

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Berita Terkini
article
JNY Open House di BSD, Saatnya Kenali Sekolah Impian Anak

Ditulis oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih sekolah untuk anak bukan sekadar mencari tempat belajar. Bagi banyak orang tua, sekolah juga menjadi bagian penting dari perjalanan tumbuh kembang anak, mulai dari pendidikan akademik, kemampuan sosial, hingga persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, kesempatan untuk datang langsung ke sekolah dan mengenal

02 September 2026

Berita Terkini
article
Eastvara Mall BSD, Tempat Hangout dengan Banyak Pilihan Aktivitas!

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Mau mencari tempat untuk makan, belanja, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman di BSD? Eastvara Mall BSD bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Berada di kawasan BSD City, Eastvara hadir dengan konsep open-air lifestyle commercial center yang memadukan retail, kuliner, entertainment,

02 September 2026

Berita Terkini
article
The Barn BSD: Tempat Kuliner, Nongkrong, dan Family Time

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Mencari tempat di BSD City yang bisa mengakomodasi berbagai agenda dalam satu kunjungan? Mulai dari menikmati kopi dan pastry, makan bersama keluarga, mencari dessert, hingga menemani si kecil bermain, The Barn BSD bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Berbeda dari pusat perbelanjaan konvensional, The Ba

01 September 2026