pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Tips Bisnis Kontrakan Pemula: Modal, Omset, dan Risikonya

Tips Bisnis Kontrakan Pemula: Modal, Omset, dan Risikonya

10 March 2025

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Tips Bisnis Kontrakan Pemula: Modal, Omset, dan Risikonya - Sinar Mas Land

www.finansialku.com

Memulai bisnis kontrakan adalah salah satu cara cerdas untuk mendapatkan passive income jangka panjang. Dengan perencanaan yang matang, modal usaha kontrakan bisa lebih terjangkau, dan omset bisnis kontrakan tetap menguntungkan.

Namun, ada risiko bisnis kontrakan yang perlu diantisipasi. Agar bisnis kontrakan berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan maksimal.

Yuk, simak tips bisnis kontrakan pemula agar sukses! Pelajari modal usaha, omset menggiurkan, dan risiko bisnis kontrakan sebelum memulai investasi properti.

Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas

Tips Bisnis Kontrakan

1. Pilih Lokasi yang Strategis

Propers perlu memilih tempat yang punya akses mudah ke fasilitas umum seperti kampus, perkantoran, pusat perbelanjaan, atau transportasi umum. Semakin strategis lokasinya, semakin tinggi permintaan sewa.

Selain itu, pastikan juga lingkungan sekitar aman dan nyaman, karena ini jadi faktor utama bagi calon penyewa.

2. Tentukan Target Pasar

Sebelum membangun atau membeli properti untuk dikontrakkan, tentukan dulu siapa yang jadi target pasar Propers. Setiap segmen punya kebutuhan berbeda, jadi sesuaikan fasilitas yang disediakan.

3. Buat Kontrak Sewa yang Jelas

Propers perlu mencantumkan aturan yang jelas, seperti durasi sewa, biaya sewa dan deposit, kewajiban perawatan, serta aturan tentang keterlambatan pembayaran. Kontrak yang rinci akan menghindarkan Propers dari masalah di kemudian hari.

4. Lakukan Perawatan Secara Rutin

Properti yang terawat baik akan lebih menarik bagi penyewa dan memiliki nilai sewa yang lebih tinggi. Pastikan Propers melakukan pengecekan rutin seperti perbaikan atap bocor, pengecatan ulang, atau servis instalasi listrik dan air.

Dengan begitu, penyewa merasa nyaman dan lebih betah tinggal lebih lama.

5. Gunakan Platform Online untuk Pemasaran

Di era digital, promosi lewat mulut ke mulut saja tidak cukup. Propers bisa memanfaatkan platform online seperti marketplace properti, media sosial, atau bahkan website pribadi untuk menarik calon penyewa.

Pastikan foto yang diunggah berkualitas dan deskripsi properti dibuat semenarik mungkin. Jangan lupa tambahkan nomor kontak yang mudah dihubungi supaya calon penyewa bisa langsung bertanya.

Cari Apartemen dengan harga terbaik? Cek disini! 

Our Property

Akasa, Kirana Studio
Akasa, Kirana Studio

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 22.48m2
Apartment

Start from 
Rp 445.034.001
Akasa, Kirana Studio(Sky Garden)
Akasa, Kirana Studio(Sky Garden)

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 23.33m2
Apartment

Start from 
Rp 450.006.000
Akasa, Kirana 2 BR
Akasa, Kirana 2 BR

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 52.22m2
Apartment

Start from 
Rp 929.663.000
Akasa, Kirana 2 BR (Sky Garden)
Akasa, Kirana 2 BR (Sky Garden)

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 52.12m2
Apartment

Start from 
Rp 941.449.000
Akasa, Kirana Loft 3BR
Akasa, Kirana Loft 3BR

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 85.62m2
Apartment

Start from 
Rp 1.413.274.000

Modal bisnis kontrakan itu fleksibel, tergantung dari lokasi dan tipe properti yang ingin Propers sewakan. Kalau Propers sudah punya rumah kosong, modal yang dibutuhkan tentu lebih kecil, hanya perlu renovasi ringan agar layak huni.

Untuk rumah kontrakan sederhana di daerah berkembang, modal bisa mulai dari Rp200 juta – Rp500 juta. Sementara untuk kos-kosan atau rumah di kota besar, bisa lebih dari itu.

Jangan lupa juga hitung biaya tambahan seperti:

  • Biaya renovasi atau perbaikan
  • Pajak properti
  • Perizinan usaha kontrakan (jika diperlukan)
  • Biaya pemasaran untuk menarik calon penyewa

Baca Juga Artikel Serupa: 6 Tips Memulai Bisnis Homestay, Dijamin Untung

Omset Bisnis Kontrakan

Salah satu alasan bisnis kontrakan menarik adalah potensi omset yang stabil. Misalnya, jika Propers punya rumah kontrakan dengan 3 kamar dan setiap kamar disewakan Rp1 juta per bulan, maka omsetnya bisa mencapai Rp3 juta per bulan atau Rp36 juta per tahun.

Kalau Propers punya lebih dari satu unit, omsetnya bisa lebih besar lagi! Bahkan, bisnis kontrakan yang dikelola dengan baik bisa menghasilkan ROI (Return on Investment) sekitar 5%–10% per tahun.

Risiko Bisnis Kontrakan

Setiap bisnis pasti ada risikonya, termasuk bisnis kontrakan. Nah, berikut beberapa tantangan yang mungkin akan Propers hadapi:

1. Penyewa Bermasalah

Ada penyewa yang telat bayar atau bahkan kabur begitu saja tanpa melunasi tagihan. Untuk menghindari ini, Propers bisa selektif dalam memilih penyewa dan gunakan perjanjian kontrak tertulis.

2. Properti Rusak

Tidak semua penyewa merawat rumah dengan baik. Untuk itu, Propers bisa menyusun aturan yang jelas soal perawatan rumah dalam kontrak sewa.

3. Pasar Sepi

Kalau lokasi kontrakan kurang strategis, bisa saja butuh waktu lama untuk mendapatkan penyewa. Oleh karena itu, sebelum membeli properti, lakukan riset dulu apakah daerah tersebut punya potensi tinggi untuk bisnis sewa-menyewa.

4. Persaingan Ketat

Di beberapa area, bisnis kontrakan sudah sangat banyak. Untuk menarik penyewa, Propers bisa memberikan fasilitas tambahan seperti WiFi gratis, furnitur lengkap, atau sistem keamanan yang baik.

Itu dia tips bisnis kontrakan yang wajib kamu ketahui. Semoga bermanfaat, Propers!

Yuk, kunjungi website eCatalog sinarmasland untuk tau informasi lainnya seputar properti. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi pengguna eCatalog!

Promotions

tips bisnis kontrakan

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Ingin Beli Rumah Pertama? Simak Tips Memilih Hunian yang Tepat

Memiliki rumah pertama merupakan impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda maupun keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, membeli rumah bukanlah keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar hunian yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun di masa depan. Mulai dari menentukan anggaran, memilih

21 July 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026