pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Beton Rumah Retak? Berikut Penyebab dan Cara Menanganinya

Beton Rumah Retak? Berikut Penyebab dan Cara Menanganinya

22 July 2024

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
beton retak, penyebab beton retak, cara menangani beton yang retak

rukita.co

Beton merupakan material yang sangat cocok untuk berbagai jenis konstruksi, termasuk fondasi dan dinding. Campuran semen, pasir, dan air ini menghasilkan material yang kokoh dan tahan lama. Namun, beton juga dapat mengalami retak, yang jika dibiarkan bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perbaikan pada retakan beton agar kerusakan tidak semakin parah.

Jenis dan Penyebab Beton Retak

Penjelasan Mudah Seputar Retak Struktur dan Non-struktural pada Bangunan -  PT Eticon Rekayasa Teknik

eticon.co.id

1. Penyusutan

Beton sering mengalami retak akibat penyusutan, terutama pada tahap awal proses pengerasan. Saat beton mengeras melalui reaksi antara semen dan air, sebagian air akan menguap, mengurangi volume lempengan beton. Karena beton adalah material yang sangat keras dan padat, kehilangan air ini menimbulkan tekanan yang dapat menyebabkan retakan. Untuk mencegah retakan akibat penyusutan, penting untuk mengurangi jumlah air dalam campuran semen. Selain itu, pemotongan sambungan kontrol pada pelat beton juga diperlukan untuk memastikan retakan terjadi pada lokasi yang telah ditentukan, sehingga tidak mempengaruhi kekuatan struktural beton secara signifikan.

Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas

2. Retak Sudut

Retakan sering kali muncul akibat penyusutan di area sudut atau di sekitar benda berbentuk bulat, seperti pipa. Ketika beton menyusut, proses ini tidak terjadi secara merata di sekitar objek tersebut. Akibatnya, retakan panjang dapat muncul di sekitar objek. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemotongan sambungan kontrol dengan tepat untuk mencegah masalah ini.

3. Memuai

Retakan juga dapat disebabkan oleh beton yang mengembang saat cuaca panas. Ketika beton mengembang, ikatan di dalamnya menjadi lebih lemah dalam menahan partikel-partikelnya. Jika beton tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembang, maka retakan akan terjadi. Untuk menghindari retakan akibat ekspansi, disarankan untuk menambahkan sambungan ekspansi dengan bahan yang dapat menyusut. Misalnya, menggunakan serat selulosa yang telah diresapi tar, sehingga memberikan ruang tambahan pada beton.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

4. Retak Naik-Turun

Cuaca sangat dingin juga dapat menyebabkan retakan pada beton. Siklus pembekuan dan pencairan dapat membuat beton terangkat, sehingga menimbulkan retakan. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya lapisi bagian atas tanah yang dapat menyalurkan kelembaban. Selain itu, hindari menuangkan beton terlalu dekat dengan akar pohon besar.

5. Retakan Akibat Tanah

Retakan dapat muncul jika beton dituangkan di atas tanah yang tidak stabil. Misalnya, pada tanah di mana pohon yang baru saja ditebang dan akarnya mulai membusuk. Contoh lainnya adalah pada area di mana parit telah ditutup tetapi tidak dipadatkan dengan baik.

6. Beban yang Berlebihan

Meskipun beton sangat kuat, ia memiliki batas beban tertentu. Jika beban melebihi kapasitasnya, beton dapat mengalami retakan. Masalah ini biasanya jarang terjadi di lingkungan perumahan, kecuali jika Anda menempatkan peralatan yang sangat berat.

Cari Rumah di Tangerang, Bogor, dan sekitarnya dengan harga terbaik? Cek disini!

Our Property

Visana Type 107
Visana Type 107

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 107m2
Residential

Start from 
Rp 2.206.195.000
Adora Terravia Classic Type 93
Adora Terravia Classic Type 93

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 93m2
Residential

Start from 
Rp 2.669.121.000
Adora Terravia Prime Type 144
Adora Terravia Prime Type 144

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 144m2
Residential

Start from 
Rp 3.240.276.000

Cara Menambal Beton Retak

Cara Memperbaiki Lantai Beton yang Retak Halaman all - Kompas.com

kompas.com

1. Menggunakan Resin

Untuk menambal retakan beton menggunakan resin, mulailah dengan menandai area yang retak. Gunakan mesin untuk memotong retakan membentuk huruf V, lalu tuangkan campuran epoxy dan semen ke dalam retakan. Biarkan material mengalir ke dalam beton dan tunggu hingga kering. Setelah kering, biasanya akan terjadi penyusutan. Isi kembali retakan dengan campuran epoxy dan semen yang lebih kental dari sebelumnya. Terapkan metode ini pada setiap area yang mengalami retak. Sebaiknya gunakan epoxy khusus untuk beton yang dapat dibeli di toko bahan bangunan.

2. Menerapkan Metode Injeksi

Metode kedua adalah dengan menggunakan teknik injeksi. Teknik ini juga memanfaatkan epoxy, namun jenis epoxy ini dirancang khusus agar lebih cair, sehingga dapat masuk ke dalam celah-celah kecil pada beton. Epoxy yang berkualitas tinggi dapat mengikat retakan pada beton dengan efektif. Material yang sering digunakan dalam teknik ini termasuk Sikadur 752 dan Conbextra EP 10 TG, yang dapat dibeli di toko-toko bangunan.

Baca Juga: 7 Model Sekat Tembok untuk Ruang Tamu

3. Menggunakan Semen

Metode ketiga adalah menggunakan semen, yang umumnya diterapkan pada area atap dak sebelum melakukan pekerjaan waterproofing. Sebelum menerapkan metode ini, pastikan bahwa retakan cukup dalam untuk menampung semen. Setelah proses penambalan selesai, aplikasikan waterproofing atau cat pelapis anti bocor untuk perlindungan tambahan.

Demikian jenis dan penyebab beton retak, lengkap dengan bagaimana cara menambalnya. Semoga bermanfaat ya! Ikuti terus informasi bermanfaat lainnya seputar properti, lifestyles, tata cara hingga informasi mengenai promo dan diskon properti hanya melalui ecatalog.sinarmasland.com

Promotions

beton retak, penyebab beton retak, cara menangani beton yang retak

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Ingin Beli Rumah Pertama? Simak Tips Memilih Hunian yang Tepat

Memiliki rumah pertama merupakan impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda maupun keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, membeli rumah bukanlah keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar hunian yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun di masa depan. Mulai dari menentukan anggaran, memilih

21 July 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026