pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

5 Jenis Tanah yang Harus Dihindari Saat Membangun Rumah

5 Jenis Tanah yang Harus Dihindari Saat Membangun Rumah

09 April 2025

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Apartemen dengan harga terbaik di BSD - Sinar Mas Land

kliknclean.com

Membangun rumah yang kokoh dan tahan lama tidak hanya bergantung pada desain atau material bangunan, tetapi juga pada jenis tanah tempat rumah tersebut dibangun. Pemilihan tanah yang tidak tepat bisa berakibat fatal, mulai dari retaknya pondasi hingga ambruknya struktur bangunan. 

Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas

Oleh karena itu, penting bagi Propers untuk mengetahui jenis-jenis tanah yang sebaiknya dihindari saat membangun rumah. Berikut adalah 5 jenis tanah yang tidak disarankan untuk pembangunan rumah.

5 Jenis Tanah yang Harus Dihindari Saat Membangun Rumah

1. Tanah Gambut

tanah gambut

Kumparan.com

Tanah gambut terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang membusuk dan memiliki kandungan air tinggi. Ciri khas tanah ini adalah warnanya yang gelap dan teksturnya yang lunak. 

Tanah gambut memiliki daya dukung yang sangat rendah sehingga sangat tidak ideal untuk konstruksi bangunan. Selain itu, sifatnya yang mudah menyusut dan mengembang membuat pondasi rumah jadi tidak stabil.

2. Tanah Berpasir

Tanah Berpasir

istockphoto.com

Meski memiliki drainase yang baik, tanah berpasir tidak memiliki daya ikat yang cukup kuat untuk menopang beban bangunan. Jika Propers tetap ingin membangun rumah di atas tanah ini, dibutuhkan pondasi khusus yang memerlukan biaya tambahan. 

Tanpa penguatan yang tepat, rumah bisa mudah mengalami pergeseran struktur.

3. Tanah Lumpur

Tanah berlumpur

istockphoto.com

Tanah lumpur memiliki kandungan air yang sangat tinggi dan partikel halus, membuatnya mudah berubah bentuk saat mendapat tekanan. Kondisi ini sangat berbahaya untuk pembangunan rumah karena bisa menyebabkan pondasi tenggelam atau bergeser. 

Karakteristik tanah ini juga membuatnya sulit dikeringkan dan membutuhkan waktu lama untuk stabil.

Our Property

Akasa, Kirana Studio
Akasa, Kirana Studio

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 22.48m2
Apartment

Start from 
Rp 445.034.001
Akasa, Kirana Studio(Sky Garden)
Akasa, Kirana Studio(Sky Garden)

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 23.33m2
Apartment

Start from 
Rp 450.006.000
Akasa, Kirana 2 BR
Akasa, Kirana 2 BR

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 52.22m2
Apartment

Start from 
Rp 929.663.000
Akasa, Kirana 2 BR (Sky Garden)
Akasa, Kirana 2 BR (Sky Garden)

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 52.12m2
Apartment

Start from 
Rp 941.449.000
Akasa, Kirana Loft 3BR
Akasa, Kirana Loft 3BR

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 85.62m2
Apartment

Start from 
Rp 1.413.274.000

4. Tanah Bekas Timbunan

Tanah timbunan

Pinhome.id

Tanah hasil timbunan sering kali terdiri dari berbagai jenis material, mulai dari sampah organik hingga puing bangunan. Tanah ini tidak homogen dan tidak memiliki kepadatan yang cukup untuk menopang bangunan. 

Risiko ambles dan pergeseran struktur sangat tinggi jika Propers membangun di atasnya tanpa analisis dan pemadatan yang optimal.

5. Tanah Organik

tanah organik

bestplanterindonesia.com

Tanah ini kaya akan bahan organik seperti akar tanaman dan sisa tumbuhan. Meskipun subur untuk pertanian, tanah organik sangat tidak cocok untuk bangunan karena strukturnya yang labil dan mudah berubah volume. 

Dalam jangka panjang, tanah ini bisa menyebabkan penurunan struktur rumah secara perlahan namun signifikan.

Sebelum membangun rumah impian, Propers wajib melakukan analisis geoteknik untuk mengetahui jenis tanah di lokasi pembangunan. Menghindari kelima jenis tanah di atas dapat mengurangi risiko kerusakan struktur dan menekan biaya renovasi di masa mendatang. Investasi pada kualitas tanah adalah langkah awal untuk mendapatkan hunian yang kokoh, aman, dan tahan lama.

Temukan berbagai pilihan properti menarik dan solusi hunian terbaik hanya di eCatalog Sinar Mas Land ! Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga artikel lainnya : 

Promotions

Apartemen dengan harga terbaik di BSD - Sinar Mas Land

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Siapa yang Menanggung BPHTB? Ini Ketentuan Pembeli dan Penjual

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Dalam transaksi jual beli rumah atau tanah, ada berbagai biaya dan pajak yang perlu dipersiapkan, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun, masih banyak Propers yang bingung, sebenarnya siapa yang menanggung BPHTB, pembeli atau penjual? Secara umum, BPHTB merupakan kewajiban pihak yang memperoleh hak

05 October 2026

Tips Properti
article
Berapa Pajak Jual Beli Tanah? Ini Jenis dan Cara Hitungnya

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Membeli atau menjual tanah bukan hanya soal menyiapkan dana sesuai harga properti. Ada sejumlah biaya dan kewajiban pajak yang perlu diperhitungkan dalam proses transaksi. Mengetahui pajak jual beli tanah sejak awal dapat membantu Propers menyiapkan anggaran dengan lebih matang. Lantas, pajak apa saja yang muncul dalam transaksi j

02 October 2026

Tips Properti
article
5 Ciri Tanah yang Berpotensi Naik Harga dan Untung di 2027

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Memilih tanah sebagai aset investasi bukan hanya soal luas dan harga beli. Lokasi, aksesibilitas, hingga perkembangan kawasan di sekitarnya dapat menjadi faktor yang mempengaruhi nilai tanah dalam jangka panjang. Karena itu, penting bagi Propers untuk mengetahui karakteristik tanah yang memiliki potensi pertumbuhan nilai. Memasuki

01 October 2026