pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Waspada! 8 Faktor Utama yang Menyebabkan Beton Mudah Retak

Waspada! 8 Faktor Utama yang Menyebabkan Beton Mudah Retak

02 January 2025

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Waspada! 8 Faktor Utama yang Menyebabkan Beton Mudah Retak

Beton adalah material konstruksi yang terkenal kuat dan tahan lama. Namun, retakan pada beton tetap bisa terjadi dan mengurangi kekuatan serta nilai estetika strukturnya. Oleh karena itu, penting bagi Propers untuk memahami berbagai penyebab retakan pada beton agar bisa mencegah kerusakan tersebut. 

8 Penyebab Beton Retak

Berikut adalah delapan penyebab utama retaknya beton dan penjelasan lengkapnya.

1. Beban Berlebih

Beton memiliki kapasitas maksimal dalam menahan beban. Jika beban yang diterima melebihi batas tersebut, beton akan mengalami retakan, terutama pada tahap awal sebelum materialnya benar-benar mengeras. Oleh karena itu, pastikan beban yang diberikan sesuai dengan kapasitas desain beton.

Baca juga artikel serupa : Cara Hitung Cor Beton per M3 dan Kisaran Harganya Terbaru 2025

2. Retakan Akibat Tanah

Tanah yang tidak stabil dapat menjadi penyebab retakan pada beton. Misalnya, jika beton ditempatkan di atas tanah yang akarnya membusuk akibat pohon yang baru saja ditebang, maka tanah tersebut tidak mampu menopang beton dengan baik, sehingga muncul retakan.

3. Penyusutan Beton

Proses penyusutan beton terjadi saat beton mengeras karena reaksi antara semen dan air. Air yang menguap menyebabkan pengurangan ukuran beton, yang kemudian menciptakan tekanan. Tekanan inilah yang dapat memicu munculnya retakan.

Baca juga artikel serupa : Harga Borongan Plester Aci per Meter Lengkap Terbaru 2025

4. Cuaca Panas

Cuaca ekstrem seperti panas yang berlebihan dapat menyebabkan beton memuai. Pemuaian ini menimbulkan tekanan besar pada pelat beton, yang kemudian dapat berujung pada retakan.

5. Pengeringan yang Tidak Tepat

Beton yang kehilangan kelembaban terlalu cepat selama proses pengeringan akan mengalami retakan halus. Meskipun retakan ini tidak selalu memengaruhi kekuatan beton secara signifikan, tetap saja hal tersebut dapat mengurangi nilai estetika struktur.

6. Retak Sudut

Retakan sudut sering terjadi pada bagian sudut beton atau di sekitar objek berbentuk bulat seperti pipa. Penyusutan yang tidak merata di area ini dapat memicu munculnya retakan panjang. Oleh sebab itu, sambungan kontrol harus dipasang dengan benar untuk mencegah retakan.

7. Pencampuran Bahan Beton yang Tidak Memadai

Pencampuran bahan yang tidak merata dapat menghasilkan titik-titik lemah pada beton. Distribusi agregat dan semen yang tidak seimbang akan mengurangi homogenitas beton, sehingga kekuatannya pun menurun.

8. Rongga di Bawah Pelat Beton

Rongga kosong di bawah pelat beton dapat membuat struktur menjadi lemah dan mudah retak. Rongga ini sering kali terbentuk akibat erosi atau ketidakstabilan tanah. Untuk mencegah hal ini, penting untuk memastikan bahwa pelat beton memiliki dukungan yang memadai.

Cara Mencegah Retakan pada Beton

Memahami penyebab retakan adalah langkah awal untuk menjaga ketahanan beton. Beberapa cara yang dapat Propers lakukan meliputi:

  • Menghitung kapasitas beban dengan cermat.
  • Memastikan tanah yang digunakan stabil dan padat.
  • Mengontrol proses penyusutan dan penguapan dengan curing beton.
  • Menggunakan bahan berkualitas dan mencampurnya secara homogen.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, Propers dapat memastikan beton tetap kuat dan tahan lama tanpa risiko keretakan yang merugikan. Yuk, kunjungi website eCatalog sinarmasland untuk tau informasi lainnya seputar properti. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi pengguna eCatalog! 

Cari Properti Terbaik di Jakarta? Cek Disini!

 

Our Property

Aerium Type 2BR D
Aerium Type 2BR D

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 84.13m2
Apartment

Start from 
Rp 3.010.741.800
Aerium Type 2BR B
Aerium Type 2BR B

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 98.01m2
Apartment

Start from 
Rp 3.448.647.900
Aerium Type 2BR A
Aerium Type 2BR A

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 99.12m2
Apartment

Start from 
Rp 3.548.115.000
Aerium Type 3BR A
Aerium Type 3BR A

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 165.58m2
Apartment

Start from 
Rp 6.378.115.500
Aerium Type 3BR B
Aerium Type 3BR B

Jakarta Barat, DKI Jakarta

Property Area: 144.75m2
Apartment

Start from 
Rp 5.274.093.500

 

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Siapa yang Menanggung BPHTB? Ini Ketentuan Pembeli dan Penjual

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Dalam transaksi jual beli rumah atau tanah, ada berbagai biaya dan pajak yang perlu dipersiapkan, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun, masih banyak Propers yang bingung, sebenarnya siapa yang menanggung BPHTB, pembeli atau penjual? Secara umum, BPHTB merupakan kewajiban pihak yang memperoleh hak

05 October 2026

Tips Properti
article
Berapa Pajak Jual Beli Tanah? Ini Jenis dan Cara Hitungnya

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Membeli atau menjual tanah bukan hanya soal menyiapkan dana sesuai harga properti. Ada sejumlah biaya dan kewajiban pajak yang perlu diperhitungkan dalam proses transaksi. Mengetahui pajak jual beli tanah sejak awal dapat membantu Propers menyiapkan anggaran dengan lebih matang. Lantas, pajak apa saja yang muncul dalam transaksi j

02 October 2026

Tips Properti
article
5 Ciri Tanah yang Berpotensi Naik Harga dan Untung di 2027

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Memilih tanah sebagai aset investasi bukan hanya soal luas dan harga beli. Lokasi, aksesibilitas, hingga perkembangan kawasan di sekitarnya dapat menjadi faktor yang mempengaruhi nilai tanah dalam jangka panjang. Karena itu, penting bagi Propers untuk mengetahui karakteristik tanah yang memiliki potensi pertumbuhan nilai. Memasuki

01 October 2026