pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Tips Negosiasi saat membeli properti

Tips Negosiasi saat membeli properti

05 April 2023

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Cari Apartemen di BSD

Ini Tips Negosiasi Membeli Properti Agar Transaksi Deal

Bagaimana cara negosiasi membeli properti agar cepat deal? Umumnya, negosiasi adalah salah satu kunci sukses untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan dalam bisnis properti. Sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik, properti juga memiliki peluang capital gain yang besar dan dapat memberikan keuntungan cash flow bagi para investor. Salah satu faktor penentu terbesar untuk keuntungan dalam investasi properti adalah harga beli properti.

Jika kamu mahir bernegosiasi saat membeli properti, tentunya kamu akan mendapatkan harga terbaik yang sesuai. Dengan begitu secara otomatis kamu juga bisa mendapat keuntungan dan peluang yang semakin besar. Artikel ini akan membahas beberapa tips negosiasi membeli properti agar transaksi cepat deal. Berikut ini tips negosiasi yang bisa kamu gunakan ketika membeli properti.

Tips Negosiasi Membeli Properti Agar Cepat Deal

  • Jangan Terbawa Nafsu dan Emosi

Membeli properti untuk investasi tentu saja berbeda dengan membeli properti untuk tempat tinggal. Ketika membeli properti kamu tidak hanya melihat aspek material saja, tetapi juga harus mempertimbangkan kecocokan terhadap properti tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan. Tetapi beda halnya, jika kamu memilih dan membeli properti untuk dijadikan aset investasi. 

Jangan sampai kamu terbawa nafsu dan menunjukkan bahwa kamu sangat menyukai properti tersebut, sehingga kamu tidak bisa mendapatkan harga terbaik dan bisa menguntungkan. Karena penjual atau pengembang akan melihat ketertarikan kamu terhadap properti tersebut dan mengetahui bahwa kamu sangat menginginkannya. Oleh sebab itu, penjual tidak akan menurunkan harga karena mengetahui berapapun harganya kamu akan tetap membeli properti tersebut. Jangan sampai kamu menggunakan emosi saat membeli sebuah properti untuk investasi.

  • Bersiaplah untuk Melakukan Kompromi

Setiap negosiasi selalu didasarkan pada kompromi. Kamu harus siap untuk berkompromi dalam negosiasi. Tidak selamanya kamu bisa mendapatkan harga yang kamu inginkan. Untuk itu, kamu perlu melakukan kompromi untuk mendapatkan kesepakatan harga yang sesuai dengan target kamu. Namun harus ada persiapan untuk berkompromi. Tidak ada masalah dengan kompromi, yang terpenting kamu tetap memegang kendali. Jangan sampai terlalu berkompromi hingga merugikan diri sendiri.

  • Ajukan Penawaran Harga yang Wajar

Sebagai seorang investor kamu harus sedikit ‘jual mahal’. Buat penjual atau pengembang bertanya-tanya apakah kamu sebenarnya tertarik dengan properti tersebut atau tidak. Jika sudah tertarik pada sebuah properti, jangan memberikan penawaran harga pada hari itu juga. Sebaiknya tunggu 3 sampai 4 hari setelah survei. Selama beberapa hari tersebut kamu bisa melakukan survei lokasi dan melakukan perhitungan budget.

Selain itu kamu juga bisa melakukan proses tarik ulur dengan penjual. Dengan begitu kamu bisa mengetahui apakah penjual tersebut berminat untuk menjual propertinya atau tidak. Jangan sampai salah, terkadang ada penjual yang hanya mencari peruntungan dan tidak benar-benar ingin menjual propertinya. Jika penjual menghubungi kamu terlebih dahulu, berarti kamu benar-benar beruntung.

  • Tawar Lebih Rendah dari Harga Transaksi yang Diinginkan

Setiap kali menawar suatu properti, disarankan untuk tidak menyebutkan harga transaksi yang diinginkan. Berikan penawaran harga yang lebih rendah dari target kamu. Dengan begitu, kamu masih memiliki rentang harga untuk bernegosiasi dengan penjual. Misalnya kamu ingin membeli sebuah rumah seharga Rp 1 miliar, jangan sebutkan angka yang sama pada penawaran awal kamu. Tawarkan Rp 600 atau Rp 700 juta. Dengan begitu kamu bisa memiliki fleksibilitas sekitar Rp 300-400 juta untuk bernegosiasi dengan penjual. Jika menyebut angka Rp 1 miliar di awal penawaran, kemungkinan penjual akan menawarkan harga lebih tinggi dari harga tersebut. 

  • Jangan Mudah Terpengaruh oleh Broker atau Penjual

Dalam hal ini, kamu hanya akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh broker atau penjual jika tidak memiliki pengetahuan dan persiapan apapun tentang properti tersebut. Tentu saja yang namanya penjual pasti akan memuji-muji barang yang dijualnya. Padahal belum tentu properti yang ditawarkan bagus dan sesuai dengan harga yang ditawarkan kepada kamu. Karena itu kamu harus memiliki persiapan sebelum bernegosiasi, carilah informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Tetap berpegang teguh pada pendirian untuk memutuskan membeli properti atau tidak.

Biasanya penjual akan mulai mempengaruhi kamu sejak pertama kali kamu melihat properti tersebut. Ini juga alasan mengapa kamu membutuhkan waktu 3–4 hari sebelum memberikan penawaran pada penjual. Dengan begitu kamu memiliki waktu untuk berpikir dengan tenang dan mengambil keputusan atas dasar pertimbangan sendiri, bukan karena pertimbangan penjual.

  • Usahakan tidak Memberikan Uang Muka

Usahakan sebisa mungkin untuk tidak memberikan uang muka. Jika kamu bisa membeli sebuah properti tanpa membayar uang muka, maka kamu merupakan seorang investor yang hebat. Jika tidak mengeluarkan uang sedikitpun, berarti kamu tidak memiliki risiko yang berarti. Maka selanjutnya kamu akan menemukan properti lain yang lebih menguntungkan. Jika tidak mengeluarkan uang sedikitpun kamu juga tidak akan mengalami kerugian. Kalaupun harus membayar uang muka, usahakan untuk membayar uang muka dalam jumlah kecil.

  • Pantau Perkembangan Harga Secara Berkala

Cobalah untuk memantau perkembangan harga properti yang kamu incar secara berkala. Cek harga setiap bulannya, apakah properti tersebut sudah terjual atau belum. Jika belum terjual juga, ada kemungkinan penjual akan menurunkan harganya. Ada kalanya seorang penjual properti frustasi menantikan pembeli yang tidak kunjung melakukan deal sehingga mereka akan menurunkan harga properti agar segera terjual. Jika harga diturunkan, kamu akan mendapatkan keuntungan yang semakin besar.

Kamu Tertarik untuk Membeli Properti, Serahkan Pada Pengembang Terpercaya Sinarmas Land!

Apartemen merupakan salah satu aset properti yang praktis dan sangat cocok untuk investasi. Apalagi saat ini banyak para pengembang melakukan pembangunan di pusat kota atau pusat bisnis guna menghadirkan kemudahan untuk kita beraktivitas. Sebagai pengembang properti terbaik se Asia, Sinarmas Land punya beberapa rekomendasi apartemen di Jakarta yang cocok untuk investasi ataupun tempat tinggal. Berikut rekomendasinya:

Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, kamu bisa kunjungi website kami di eCatalog Sinarmas Land kamu bisa mendapatkan banyak penawaran.

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Ingin Beli Rumah Pertama? Simak Tips Memilih Hunian yang Tepat

Memiliki rumah pertama merupakan impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda maupun keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, membeli rumah bukanlah keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar hunian yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun di masa depan. Mulai dari menentukan anggaran, memilih

21 July 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026