pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Begini Cara Menghitung Volume Galian Tanah M3

Begini Cara Menghitung Volume Galian Tanah M3

09 October 2024

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Begini Cara Menghitung Volume Galian Tanah M3

Menghitung volume galian tanah pondasi sangat penting untuk perencanaan pembangunan, terutama dalam hal kontrak borongan dan transportasi tanah. Pondasi adalah elemen penting dalam sebuah bangunan karena menyalurkan beban ke tanah di bawahnya. Untuk memastikan kekokohan pondasi, diperlukan perhitungan volume galian tanah yang akurat.

Manfaat Menghitung Volume Galian Tanah

Sebelum memulai pembangunan, pondasi menjadi hal utama yang harus diperhatikan karena memengaruhi stabilitas dan kekuatan bangunan. Dengan menghitung volume galian tanah, Propers dapat memastikan pondasi yang kokoh serta memperkirakan biaya jasa kontraktor yang diperlukan. Selain itu, perhitungan volume juga membantu dalam memprediksi jumlah tanah yang akan dikeluarkan atau diurug.

Cara Menghitung Volume Galian Tanah

Berikut beberapa metode yang bisa Propers gunakan untuk menghitung volume galian tanah:

1. Metode Pengukuran Langsung

Metode ini menggunakan alat leveling seperti theodolite atau waterpass untuk mengukur ketinggian titik-titik tertentu pada area galian. Hasil pengukuran ini bisa dimasukkan ke rumus sederhana untuk menghitung volume galian tanah secara akurat.

2. Metode Cross-Section

Dengan metode ini, Propers membuat potongan melintang pada interval tertentu di area galian. Ukur lebar dan tinggi pada setiap potongan, lalu hitung luasnya. Estimasi volume galian bisa diperoleh dengan mengalikan luas potongan dengan interval antar potongan.

3. Metode Jaring atau Grid

Metode ini menggunakan jaring kotak berukuran sama di area galian. Setelah itu, Propers mengukur tinggi tanah pada setiap kotak, kemudian menghitung volume dengan mengalikan luas alas kotak dengan tinggi tanah.

4. Metode Aplikasi atau Software

Teknologi modern juga bisa membantu menghitung volume galian tanah. Aplikasi yang dirancang khusus untuk tujuan ini akan memudahkan Propers dalam mengukur panjang, lebar, dan kedalaman galian, kemudian menghitung volumenya secara otomatis.

5. Metode Volumetri

Cara ini dilakukan dengan mengukur dimensi panjang, lebar, dan kedalaman galian tanah secara langsung, kemudian menggunakan rumus volumetri (V = P x L x D) untuk mendapatkan volume.

Contoh Menghitung Volume Galian Tanah

Misalnya, Propers ingin membangun pondasi batu kali dengan bentuk trapesium. Dengan kedalaman 80 cm, lebar bawah 60 cm, lebar atas 30 cm, dan panjang pondasi 90 meter, berikut cara menghitung volume galian tanahnya:

  1. Volume Pasangan Pondasi Batu Kali
    Rumus luas trapesium: ((lebarbawah+lebaratas)/2)xtinggi((lebar bawah + lebar atas) / 2) x tinggi((lebarbawah+lebaratas)/2)xtinggi
    Luas penampang = (0,6m+0,3m)/2(0,6 m + 0,3 m) / 2(0,6m+0,3m)/2 x 0,8 m = 0,36 m²
    Volume pondasi = luas penampang x panjang = 0,36 m² x 90 m = 32,4 m³
  2. Volume Galian Tanah
    Luas penampang galian tanah = (0,6m+1m)/2(0,6 m + 1 m) / 2(0,6m+1m)/2 x 1 m = 0,8 m²
    Volume galian tanah = 0,8 m² x 90 m = 72 m³
  3. Volume Urugan Tanah Kembali
    Volume urugan tanah kembali = volume galian tanah - volume pondasi batu kali
    Volume urugan = 72 m³ - 32,4 m³ = 39,6 m³

Dari perhitungan ini, Propers bisa melihat bahwa volume galian tanah adalah 72 m³, volume pondasi batu kali adalah 32,4 m³, dan volume urugan tanah kembali adalah 39,6 m³.

Kesimpulan

Menghitung volume galian tanah sangat penting dalam proses pembangunan pondasi. Dengan metode yang tepat, Propers bisa memastikan perhitungan yang akurat dan efisien, baik untuk urusan biaya maupun kualitas pondasi. Yuk, kunjungi website eCatalog sinarmasland untuk tau informasi lainnya seputar properti. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi pengguna eCatalog! 



Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Kenapa Cibubur Jadi Pilihan Hunian Keluarga? Ini Alasannya

Ditulis Oleh Esther Aiko Kristina SEO & Content Specialist Memilih rumah untuk keluarga tentu tidak cukup hanya melihat desain bangunan atau jumlah kamar tidur. Ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah anak, fasilitas kesehatan, hingga pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Karena itu, kawasan tempat tinggal menjadi salah

27 August 2026

Tips Properti
article
Ingin Beli Rumah Pertama? Simak Tips Memilih Hunian yang Tepat

Memiliki rumah pertama merupakan impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda maupun keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, membeli rumah bukanlah keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar hunian yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun di masa depan. Mulai dari menentukan anggaran, memilih

21 July 2026

Tips Properti
article
Sertifikat Tanah Tumpang Tindih? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

Memiliki tanah masih menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain nilainya yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tanah juga menawarkan fleksibilitas penggunaan, baik untuk membangun rumah, membuka usaha, maupun investasi jangka panjang. Namun dibalik potensi keuntungan tersebut, ada satu risiko yang perlu diperhatikan, yaitu sertifikat tanah tumpang tindi

24 June 2026