pixel

Notifikasi

Tidak Ada Notifikasi
Home/Articles/

Apa Itu Tanah HGU? Panduan Lengkap dan Aturan Hukumnya

Apa Itu Tanah HGU? Panduan Lengkap dan Aturan Hukumnya

07 April 2025

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Apa Itu Tanah HGU? Panduan Lengkap dan Aturan Hukumnya - Sinar Mas Land

www.kompas.com

Pernah dengar istilah tanah HGU atau Hak Guna Usaha, tapi masih bingung apa artinya? Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak orang masih belum paham soal jenis hak atas tanah yang satu ini.

Padahal, memahami aturan hukum tanah HGU itu penting, apalagi kalau kamu terlibat di bidang pertanian, perkebunan, atau bahkan investasi properti.

Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas

Yuk, simak penjelasan lengkap tentang Hak Guna Usaha, syarat, jangka waktu, dan aturan hukumnya!

Pengertian Tanah HGU dan Aturan Hukumnya

Tanah HGU atau Hak Guna Usaha adalah salah satu bentuk hak atas tanah yang diberikan oleh negara kepada perorangan, badan hukum, atau badan usaha untuk mengelola dan memanfaatkan tanah negara untuk keperluan pertanian, perkebunan, perikanan, atau peternakan dalam jangka waktu tertentu.

Tanah HGU diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 dan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas Tanah.

Belakangan ini, ketentuan mengenai Hak Guna Usaha (HGU) mengalami perubahan melalui diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Dalam Pasal 19 aturan tersebut dijelaskan bahwa Hak Guna Usaha dapat diberikan kepada Warga Negara Indonesia serta badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di wilayah Indonesia.

Sementara itu, Pasal 22 menyatakan bahwa tanah yang dapat diberikan dalam bentuk Hak Guna Usaha meliputi tanah negara dan tanah yang berada di bawah Hak Pengelolaan.

Jangka Waktu Pemanfaatan Tanah HGU

Tanah HGU diberikan untuk jangka waktu maksimal 35 tahun, dan bisa diperpanjang selama 25 tahun. Setelah masa berlaku habis, tanah HGU bisa diperbarui untuk jangka waktu maksimal 35 tahun lagi.

Jadi secara total, tanah HGU bisa digunakan hingga 95 tahun. Tapi, Propers harus ingat bahwa hak ini bukanlah hak milik, melainkan hak pakai. Negara tetap menjadi pemilik tanah tersebut.

Cari Rumah dengan harga terbaik? Cek disini! 

Our Property

Adora Terravia Classic Type 93
Adora Terravia Classic Type 93

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 93m2
Residential

Start from 
Rp 2.669.121.000
Adora Terravia Prime Type 144
Adora Terravia Prime Type 144

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 144m2
Residential

Start from 
Rp 3.240.276.000
Adora Terravia Luxe Type 190
Adora Terravia Luxe Type 190

Tangerang Selatan, Banten

Property Area: 190m2
Residential

Start from 
Rp 4.797.702.000

Larangan dan Kewajiban Pemegang Tanah HGU

Sebagai pemegang tanah HGU, ada beberapa kewajiban yang wajib dipenuhi agar hak tersebut tetap sah dan tidak dicabut oleh negara. Beberapa kewajiban utama antara lain:

  • Mengusahakan tanah tersebut secara aktif sesuai dengan tujuan peruntukannya (misalnya untuk pertanian atau perkebunan).
  • Membayar pajak dan kewajiban lain yang berkaitan dengan penggunaan tanah.
  • Menjaga kelestarian lingkungan dan tidak menyalahgunakan penggunaan lahan.
  • Mengembalikan tanah kepada negara jika masa berlaku HGU telah habis dan tidak diperpanjang.

Di sisi lain, ada juga larangan yang tidak boleh dilanggar oleh pemegang tanah HGU, seperti:

  • Tidak boleh menggunakan tanah untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan izin HGU.
  • Tidak boleh memindah tangankan hak guna usaha kepada pihak lain tanpa persetujuan dari pemerintah.
  • Tidak boleh membiarkan tanah kosong atau tidak produktif dalam waktu yang lama.

Peralihan Tanah HGU

Meskipun tanah HGU tidak bisa dimiliki secara pribadi (karena hak ini berasal dari negara), tanah HGU tetap bisa dialihkan atau dipindahtangankan ke pihak lain, dengan catatan harus melalui persetujuan dari pejabat pertanahan.

Peralihan bisa dilakukan lewat jual beli, hibah, penggabungan usaha, atau warisan. Namun, perlu Propers ingat bahwa tidak semua orang bisa menerima peralihan tanah HGU.

Baca Juga Artikel Terkait Tips Properti: Panduan Rumah Tipe 45: Luas, Harga, Denah, & Kelebihan

Penerima hak harus berbentuk badan hukum Indonesia atau Warga Negara Indonesia, serta memiliki rencana pemanfaatan tanah yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Hapusnya Hak Atas Tanah HGU

Hak atas tanah HGU bisa berakhir atau hapus karena beberapa hal berikut:

  1. Jangka waktu HGU habis, dan tidak ada permohonan perpanjangan atau pembaruan.
  2. Dibatalkan oleh pemerintah karena pelanggaran kewajiban atau penyalahgunaan tanah.
  3. Dilepaskan secara sukarela oleh pemegang hak kepada negara.
  4. Dicabut untuk kepentingan umum, seperti pembangunan infrastruktur.
  5. Tanah HGU diterlantarkan, atau tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya dalam jangka waktu tertentu.

Setelah haknya hapus, tanah tersebut kembali menjadi tanah negara dan bisa dialokasikan kembali kepada pihak lain yang membutuhkan atau memiliki rencana usaha produktif.

 

Nah, sekarang Propers sudah lebih paham kan tentang apa itu tanah HGU? Hak Guna Usaha ini memang punya peranan besar dalam pengelolaan tanah di Indonesia, khususnya untuk sektor-sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan. Tapi jangan lupa, ada aturan main yang harus dipatuhi. Semoga bermanfaat!

Yuk, kunjungi website eCatalog sinarmasland untuk tau informasi lainnya seputar properti. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi pengguna eCatalog!

Promotions

Rumah dengan harga terbaik di BSD - Sinar Mas Land

Bagikan :

share on facebookshare on Xshare on whatsapp
Similar Articles
Tips Properti
article
Siapa yang Menanggung BPHTB? Ini Ketentuan Pembeli dan Penjual

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Dalam transaksi jual beli rumah atau tanah, ada berbagai biaya dan pajak yang perlu dipersiapkan, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun, masih banyak Propers yang bingung, sebenarnya siapa yang menanggung BPHTB, pembeli atau penjual? Secara umum, BPHTB merupakan kewajiban pihak yang memperoleh hak

05 October 2026

Tips Properti
article
Berapa Pajak Jual Beli Tanah? Ini Jenis dan Cara Hitungnya

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Membeli atau menjual tanah bukan hanya soal menyiapkan dana sesuai harga properti. Ada sejumlah biaya dan kewajiban pajak yang perlu diperhitungkan dalam proses transaksi. Mengetahui pajak jual beli tanah sejak awal dapat membantu Propers menyiapkan anggaran dengan lebih matang. Lantas, pajak apa saja yang muncul dalam transaksi j

02 October 2026

Tips Properti
article
5 Ciri Tanah yang Berpotensi Naik Harga dan Untung di 2027

Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Memilih tanah sebagai aset investasi bukan hanya soal luas dan harga beli. Lokasi, aksesibilitas, hingga perkembangan kawasan di sekitarnya dapat menjadi faktor yang mempengaruhi nilai tanah dalam jangka panjang. Karena itu, penting bagi Propers untuk mengetahui karakteristik tanah yang memiliki potensi pertumbuhan nilai. Memasuki

01 October 2026