Table of Contents
Platform Jual Beli Properti di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, Bogor: eCatalog Sinarmas
Wacana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025 terus menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Saat ini, tarif PPN masih berada di angka 11%, sama seperti yaang diterapkan pada tahun 2022. Kenaikan ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Berdasarkan Pasal 7 ayat 1 UU HPP, tarif PPN yang sebelumnya sebesar 10% diubah menjadi 11% mulai 1 April 2022. Selanjutnya, tarif ini direncanakan akan dinaikkan lagi menjadi 12% paling lambat pada 1 Januari 2025. Pertanyaannya, bagaimana dampak kenaikan tarif PPN ini terhadap sektor properti?
Baca Juga: Sektor Properti Diprediksi Bangkit pada 2025-2029
Arief Rahardjo, Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, menyatakan bahwa kenaikan PPN menjadi 12% akan berdampak signifikan tidak hanya pada industri properti, tetapi juga sektor-sektor lainnya. Di industri properti, dampak kenaikan PPN ini akan dirasakan pada berbagai aspek, mulai dari harga beli rumah hingga sewa ruang kantor. Kenaikan harga rumah yang biasanya berkisar antara 3-5% per tahun, akan semakin bertambah dengan adanya kenaikan PPN ini. Hal ini tentunya akan meningkatkan pengeluaran bagi konsumen yang ingin membeli rumah.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Cushman & Wakefield, banyak pengembang properti berharap agar kenaikan tarif PPN ini tidak diberlakukan pada tahun depan. Mereka khawatir bahwa kenaikan ini akan menurunkan daya beli masyarakat.
Arief Rahardjo mengungkapkan bahwa survei menunjukkan harapan para pengembang agar kenaikan PPN 12% ini ditunda. Menurutnya, kenaikan ini akan memberatkan konsumen, tidak hanya dalam hal pembelian rumah, tetapi juga dalam hal sewa ruang kantor. Tarif sewa ruang kantor yang lebih tinggi akan menjadi beban bagi calon penyewa.
Cari Ruko di BSD dengan harga terbaik? Cek disini!
Our Property
Junaidi Abdillah, Ketua Umum DPP APERSI, menyampaikan bahwa kenaikan tarif PPN ini dapat mempengaruhi serapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dalam kondisi perekonomian yang kurang baik, kebijakan kenaikan PPN dianggap memberatkan banyak pihak.
Junaidi menyatakan bahwa sebaiknya pemerintah mempertahankan skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan tidak menaikkan tarif menjadi 12%. Jika kenaikan tarif tetap dilakukan, pemerintah perlu menciptakan stimulus untuk mendukung serapan KPR. Salah satu bentuk stimulus yang diusulkan adalah dengan memberikan diskon PPN seperti yang diterapkan dalam skema PPN DTP.
Kenaikan tarif PPN menjadi 12% pada tahun 2025 akan membawa dampak yang cukup signifikan bagi sektor properti dan sektor lainnya. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan berbagai masukan dan menciptakan kebijakan yang dapat mendukung daya beli masyarakat.
Baca Juga: Strategi Bisnis Properti: Lebih Untung Beli Tanah atau Rumah
Bagi Anda yang berencana untuk berinvestasi di sektor properti atau membeli rumah, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bertindak sebelum kenaikan tarif PPN berlaku. Dapatkan juga informasi menarik dan terkini seputar properti, investasi, dan tata cara finansial lainnya di ecatalog.sinarmasland.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki hunian impian Anda dengan bergabung menjadi pengguna eCatalog!
Latest Posts
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online di Livin’ by Mandiri 2026
21 September 2026
Averon Kota Wisata, Rumah American Classic Cicilan Mulai Rp 20 Juta
18 September 2026
Pilihan Investasi di Aplikasi BRImo 2026, Apa Saja?
18 September 2026
Almandine Business Gallery, Ruko di Kota Deltamas Mulai Rp 3,2 M
17 September 2026
Investasi di myBCA Mulai Rp 10 Ribu, Ini Pilihan Produknya!
17 September 2026
Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Bagi Propers yang ingin mulai mengatur keuangan dengan lebih praktis, membuka rekening bank kini bisa dilakukan secara online tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang. Salah satunya melalui aplikasi Livin’ by Mandiri dari Bank Mandiri. Melalui Livin’ by Mandiri, calon nasabah dapat melakukan proses pembukaan rekeni
21 September 2026
Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Investasi kini semakin mudah dilakukan secara digital. Bagi Propers yang ingin mulai mengembangkan dana sekaligus mengatur keuangan dengan lebih praktis, BRI menyediakan berbagai pilihan produk investasi yang dapat diakses melalui aplikasi BRImo. Melalui fitur investasi di BRImo, nasabah dapat menemukan beberapa pilihan produk fin
18 September 2026
Ditulis oleh Aurora Mutiara Santoso SEO & Content Specialist Mulai investasi tidak selalu membutuhkan modal besar. Saat ini, Propers bisa mulai mengenal berbagai pilihan investasi melalui myBCA, layanan digital dari BCA yang menyediakan akses ke beragam produk investasi dalam satu aplikasi. Menariknya, investasi melalui myBCA tersedia mulai dari Rp10 ribu untuk produk tertentu. Dengan pilih
17 September 2026
Latest Posts
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online di Livin’ by Mandiri 2026
21 September 2026
Averon Kota Wisata, Rumah American Classic Cicilan Mulai Rp 20 Juta
18 September 2026
Pilihan Investasi di Aplikasi BRImo 2026, Apa Saja?
18 September 2026
Almandine Business Gallery, Ruko di Kota Deltamas Mulai Rp 3,2 M
17 September 2026
Investasi di myBCA Mulai Rp 10 Ribu, Ini Pilihan Produknya!
17 September 2026